7 Fakta Kerajaan Kutai Kartanegara, Salah Satunya Pernah Dikuasai Kerajaan Lain
Kamis, 01 Agustus 2024 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan dari aspek ekonomi adalah sistem penarikan hadiah diterapkan untuk pedagang luar yang ingin berdagang di kerajaan ini, mirip dengan pajak modern, memberikan pemasukan tambahan bagi Kerajaan Kutai.
Sejumlah sejarawan menduga Islam telah masuk ke lingkungan Kutai jauh sebelum masa Raja Mahkota. Bahkan, raja ketiga Kutai Kartanegara yang bernama Maharaja Sultan jelas menandakan pengaruh Islam. Penguasa ini memerintah pada periode 1370-1420.
Lepas dari perdebatan siapakah penguasa Kutai pertama yang bersyahadat, dakwah Islam berkembang pesat sejak era Raja Mahkota. Begitu menjadi muslim, dia memerintahkan pembangunan masjid sebagai pusat penyebaran Islam di Kutai. Dia mendidik putranya, Aji Batara Agung Paduka Nirta, untuk menjadi pengikut Islam yang taat.
Kerajaan Kutai tercatat pernah diduduki oleh kerajaan-kerajaan lain. Etnolog Belanda Pieter Johannes Veth berpendapat, Kerajaan Kutai tersebut merupakan bagian dari kekuasaan Majapahit yang berekspansi pada abad ke-14.
Kemudian sejak 1620, Kerajaan Kutai Kartanegara berada di bawah kendali Kesultanan Makassar. Saat itu, Makassar merupakan saingan Kerajaan Banjar.
Dalam jurnal "Kajian Etimologis Kerajaan (Kutai) Martapura di Muara Kaman, Kalimantan Timur", disebutkan jika nama Kutai yang disematkan sesungguhnya hanya pendekatan atau asumsi berdasarkan lokasi penemuan prasasti yupa di wilayah Kesultanan Kutai.
Sehingga asumsi nama Kutai yang disematkan untuk kerajaan Dinasti Mulawarman bukan pilihan yang tepat karena itu adalah nama kerajaan lain yang berdiri di muara Sungai Mahakam sekitar sembilan abad setelah prasasti yupa didirikan.
Naskah historiografi tradisional Salasilah Kutai menyebut istilah ing Martapura pada akhir nama raja Kutai Kartanegara yang menganeksasi Muara Kaman.
5. Islam Mulai Masuk ke Kutai
Sejumlah sejarawan menduga Islam telah masuk ke lingkungan Kutai jauh sebelum masa Raja Mahkota. Bahkan, raja ketiga Kutai Kartanegara yang bernama Maharaja Sultan jelas menandakan pengaruh Islam. Penguasa ini memerintah pada periode 1370-1420.
Lepas dari perdebatan siapakah penguasa Kutai pertama yang bersyahadat, dakwah Islam berkembang pesat sejak era Raja Mahkota. Begitu menjadi muslim, dia memerintahkan pembangunan masjid sebagai pusat penyebaran Islam di Kutai. Dia mendidik putranya, Aji Batara Agung Paduka Nirta, untuk menjadi pengikut Islam yang taat.
6. Pernah Dikuasai Kerajaan Lain
Kerajaan Kutai tercatat pernah diduduki oleh kerajaan-kerajaan lain. Etnolog Belanda Pieter Johannes Veth berpendapat, Kerajaan Kutai tersebut merupakan bagian dari kekuasaan Majapahit yang berekspansi pada abad ke-14.
Kemudian sejak 1620, Kerajaan Kutai Kartanegara berada di bawah kendali Kesultanan Makassar. Saat itu, Makassar merupakan saingan Kerajaan Banjar.
7. Nama Kutai Bukanlah Nama Asli Kerajaan Tersebut
Dalam jurnal "Kajian Etimologis Kerajaan (Kutai) Martapura di Muara Kaman, Kalimantan Timur", disebutkan jika nama Kutai yang disematkan sesungguhnya hanya pendekatan atau asumsi berdasarkan lokasi penemuan prasasti yupa di wilayah Kesultanan Kutai.
Sehingga asumsi nama Kutai yang disematkan untuk kerajaan Dinasti Mulawarman bukan pilihan yang tepat karena itu adalah nama kerajaan lain yang berdiri di muara Sungai Mahakam sekitar sembilan abad setelah prasasti yupa didirikan.
Naskah historiografi tradisional Salasilah Kutai menyebut istilah ing Martapura pada akhir nama raja Kutai Kartanegara yang menganeksasi Muara Kaman.
(shf)
Lihat Juga :