Kekejaman Anggota OPM Bantai Warga dan Bakar Truk di Yahukimo

Kamis, 01 Agustus 2024 - 14:19 WIB
loading...
Kekejaman Anggota OPM...
Kelompok kriminal bersenjata (KKB) membantai warga di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Akibatnya seorang warga tewas dengan penuh luka pada Rabu 31 Juli 2024, pukul 13.30 WIT. Foto/Ist
A A A
YAHUKIMO - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) membantai warga di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Akibatnya seorang warga tewas dengan penuh luka pada Rabu 31 Juli 2024, pukul 13.30 WIT.

Kekejaman Anggota OPM Bantai Warga dan Bakar Truk di Yahukimo


Selain membunuh, KKB atau juga sering disebut Organisasi Papua Merdeka (OPM) juga membakar 1 unit truk. Sopir truk ditemukan tewas, sedangkan 13 penumpang truk belum diketahui nasibnya.

Baca juga: Brutal! KKB Tembaki Pos Pasukan Elite Polri di Yahukimo

Kepala Operasi Damai Cartenz 2024, Brigjen Pol Faizal Ramadhani saat dikofirmasi mengatakan, serangan tersebut terjadi di Jalan menuju Kampung Masi, Yahukimo.

“Telah terjadi pembunuhan terhadap warga sipil dan pembakaran 1 unit truk di Yahukimo yang dilakukan oleh KKB wilayah Yahukimo,” kata Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Kamis (1/8/2024).



Berdasarkan hasil indentifikasi diketahui identitas korban, yakni Abdul Muzakir yang berkerja sebagai supir truk dengan beralamat di Jalan Paradiso, Distrik Dekai, Yahukimo.

Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2024, Kombes Pol Bayu Suseno menambahkan bahwa serangan terjadi saat korban Abdul Muzakir sedang mengendarai truk dalam perjalanan menuju Kampung Masi untuk mengambil kayu.

Baca juga: Breaking News! Pesawat Trigana Air Ditembaki KKB di Yahukimo

Truk tersebut membawa 16 orang, dengan 13 orang duduk di bak belakang dan 3 orang di kabin depan.

“Saat truk melaju, tiba-tiba KKB yang berjumlah enam orang muncul dari semak-semak dan mengadang truk tersebut. Satu dari enam orang tersebut membawa senjata api jenis SS2. Sementara lima lainnya membawa senjata tajam jenis parang," urainya.

Melihat ancaman tersebut, korban Abdul Muzakir segera memutar truk untuk melarikan diri ke arah kota.

"Namun, truk mengalami kendala dan mati (mesin) di tengah jalan, sehingga posisinya melintang dan menghalangi jalan,” ungkap Bayu Suseno.

Korban Abdul Muzakir dan rekannya Neri Ommu (saksi) segera melarikan diri. Namun korban Abdul Muzakir mengalami nasib tragis.

Korban ditemukan meninggal di lokasi kejadian dengan kondisi tubuh korban mengalami luka-luka. Jenazah Korban telah dievakuasi ke RSUD Dekai untuk penanganan lebih lanjut.

Bayu Suseno kembali menerangkan, Neri Ommu (saksi) yang saat kejadian berhasil melarikan diri kemudian melaporkan kejadian tersebut.

Menurut saksi Neri Ommu, pelaku berjumlah enam orang dengan satu membawa senjata api dan lima lainnya membawa parang.

Mereka menggunakan pakaian yang mencirikan kelompok KKB, dengan salah satu pelaku mengenakan baju kaos bermotif loreng, rambut gimbal, dan ikat kepala berwarna merah, kuning, dan hitam.

“Barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian, yaitu, dua unit handphone yang terbakar, lima botol minuman dingin, satu kantung kresek berisi pinang, satu pasang sandal berwarna hijau, dan satu bungkus rokok,” ungkapnya.

Hingga saat ini, sebanyak 13 penumpang yang berada pada bak truk bagian belakang belum diketahui keberadaanya. Mereka masih dalam pemcarian oleh tim gabungan Satgas Ops Damai Cartenz, Polres Yahukimo dan Brimob Polda Papua.

Ditambahkanya, Pelaku merupakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang beroperasi di wilayah Yahukimo dan Hingga saat ini, pihak kepolisian dalam hal ini, satgas Damai cartenz, dan polres yahukimo masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi pelaku.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota KKB Pelaku Pembakaran...
Anggota KKB Pelaku Pembakaran Perumahan Pemkab dan Penembakan Pesawat Ditangkap
Wadanyon HSSBI KKB Kodap...
Wadanyon HSSBI KKB Kodap XVI Yahukimo Ditangkap, Satgas Cartenz Sita Amunisi dan Sajam
Satgas Tetapkan 1 Jaringan...
Satgas Tetapkan 1 Jaringan KKB Tersangka Pembunuhan di Yahukimo
MPSI: Pengungsian Moskona...
MPSI: Pengungsian Moskona Teluk Bintuni Butuh Perhatian Khusus Pemerintah Pusat Pascaserangan Kelompok Separatis
Kondisi Pengungsi Moskona...
Kondisi Pengungsi Moskona Teluk Bintuni Memprihatinkan Pascaserangan Separatis Papua
Satgas Operasi Damai...
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 Tangkap KKB Penembak Warga Sipil
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
Cegah Eskalasi Kekerasan,...
Cegah Eskalasi Kekerasan, Pemerintah Diminta Buat Resolusi Konflik Papua
Seruan Papua Connection:...
Seruan Papua Connection: Lindungi Guru dan Nakes, Hentikan Kekerasan di Tanah Papua
Rekomendasi
KPK Telusuri Aliran...
KPK Telusuri Aliran Dana terkait Kasus Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
Visa Ditolak, Thomas...
Visa Ditolak, Thomas Partey Absen Bela Ghana Lawan Panama di Piala Dunia 2026
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
Berita Terkini
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
Berawal dari Pesanan...
Berawal dari Pesanan Kerabat, Tas Serat Alam Mlatiwangi Sukses Mendunia Bersama LinkUMKM BRI
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved