3 Fakta Njoo Lay Wa, Keturunan Tionghoa yang Pernah Jadi Penguasa Majapahit

Kamis, 01 Agustus 2024 - 08:02 WIB
loading...
A A A
Pada buku "Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara" karya Prof Slamet Muljana, Majapahit jatuh dalam kekuasaan Panembahan Jimbun alias Raden Patah sesudah tahun Saka 1400 atau 1478 Masehi.

Raden Patah saat itu merupakan seorang Sultan Demak. Setelah periode penaklukan itu, Majapahit menjadi bawahan Kesultanan Demak. Nah, Raden Patah sendiri mengangkat penguasa baru untuk kerajaan tersebut.

Salah satunya adalah keturunan Tionghoa bernama Njoo Lay Wa. Namun, era kepemimpinannya itu tidak bertahan terlalu lama.

3. Ditentang Rakyat Majapahit


Era kekuasaan Njoo Lay Wa di Majapahit bertahan sekitar delapan tahun. Sebelum itu, rakyat bekas Majapahit melakukan pemberontakan karena tidak suka dipimpin olehnya.

Terlepas dari ketidaksukaan mereka terhadap Njoo Lay Wa, pemberontakan kala itu terkesan layaknya ajang balas dendam orang Majapahit setelah kekalahan sebelumnya. Pada sebuah insiden, Njoo Lay Wa terbunuh di pusat Majapahit sekitar tahun 1486.

Setelah itu, Raden Patah mengangkat penguasa baru. Ia adalah Girindrawardhana, keturunan Raja Singawardhana dan menantu Raja Kertabhumi. Itulah beberapa fakta mengenai sosok Njoo Lay Wa, keturunan Tionghoa yang disebut pernah jadi penguasa Majapahit.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Rekomendasi
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan ke-2 Hari Ini, Roy Suryo Siap Dengarkan Jawaban Polda Metro Jaya
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
Berita Terkini
Ancaman Teror Bom Gegerkan...
Ancaman Teror Bom Gegerkan SDN Srengseng Sawah 15 saat MPLS, Siswa Dievakuasi
Kebakaran Landa Permukiman...
Kebakaran Landa Permukiman Warga di Pulogadung, 3 Orang Tewas dan 1 Luka
Tutup Kaderisasi Nasional...
Tutup Kaderisasi Nasional 2026, Ansor Canangkan Cetak Biru Kepemimpinan Nasional
Dituntut 8,5 Tahun Penjara,...
Dituntut 8,5 Tahun Penjara, Gubernur Riau: JPU Abaikan Fakta Persidangan
Ini Identitas 12 Korban...
Ini Identitas 12 Korban Meninggal dan 6 Luka Akibat Kecelakaan Maut di Pantura
Kapolri Bedah Rumah...
Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji di Palembang, Begini Penampakannya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved