alexametrics

Sulut Rawan Ombak Tinggi dan Angin Kencang Dampak Depresi Tropis Filipina

loading...
Sulut Rawan Ombak Tinggi dan Angin Kencang Dampak Depresi Tropis Filipina
Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) rawan angin kencang dan ombak tinggi dampak dari depresi tropis Filipina. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
MANADO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Manado mengingatkan warga Sulawesi Utara (Sulut) agar mewaspadai ancaman angin kencang dan ombak tinggi dampak dari depresi tropis Filipina.

Aktivitas depresi tropis terjadi di Samudra Pasifik sebelah timur Filipina, depresi tropis Wipha di bagian utara Vietnam, dan badai tropis Francisco di Samudra Pasifik sebelah selatan Jepang. Hal ini menyebabkan potensi angin kencang di sebagian wilayah Sulawesi Utara.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Charis Kainama mengatakan, perlu diwaspadai terjadinya gelombang tinggi di sejumlah perairan.



"Khususnya di perairan Selatan Sulut, perairan Bitung dan Likupang, laut Sulawesi, laut Maluku bagian Utara dan Selatan, perairan Kepulauan Sangihe, dan perairan Kepulauan Talaud," katanya, Minggu (4/8/2019).

Angin kencang dengan kecepatan > 46 km/jam di wilayah Provinsi Sulawesi Utara berpotensi terjadi di wilayah Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, Bolmong, Sitaro, Sangihe, dan Kabupaten Talaud.

Menurutnya, untuk kecepatan angin dikatakan ekstrim jika lebih besar dari 46 km/jam. Di bawah itu masih dikatakan normal.

“Mengingat kondisi pepohonan dan mungkin bangunan yang sudah rapuh atau sudah tua sehingga jika kecepatan angin lebih dri 28 km/jam dan bertahan dalam jangka waktu yang lama bisa berbahaya, mengingat kondisi pepohonan dan bangunan yang sudah rapuh tadi,” urainya.

Dia mengimbau masyarakat umum agar waspada potensi pohon tumbang dan risiko kebakaran dari pembakaran semak belukar serta aktivitas menggunakan api lainnya.
(shf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak