Jadi Saksi di Sidang PK Saka Tatal, Dedi Mulyadi: Ada Keterpanggilan Jiwa
Rabu, 31 Juli 2024 - 12:57 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kesaksiannya, Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa ia paham betul alasan dirinya hadir di sidang PK Saka Tatal ini. "Saya mengerti diundang hari ini untuk memberikan keterangan, kesaksian apa yang saya ketahui," ucapnya.
Farhat Abbas pun menanyakan apakah pendampingan atau penelusuran ini merupakan bagian dari pekerjaan Dedi Mulyadi. "Pendampingan atau menelusuri ini merupakan bagian pekerjaan Bapak?" tanya Farhat Abbas.
"Pendampingan bukan pekerjaan saya tetapi sebagai warga negara Indonesia, saya memiliki kewajiban untuk menyampaikan berbagai informasi yang belum diketahui publik, yang belum diketahui oleh penyidik agar saudara Saka Tatal bisa diposisikan pada posisi yang sebenarnya," jawab Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi mengaku ada keterpanggilan jiwa setelah melihat masyarakat yang mengalami berbagai tuduhan tanpa sempat memberikan pembelaan. "Keterpanggilan jiwa karena ada masyarakat yang tidak berdaya menghadapi berbagai tuduhan, tuntutan, dan hukuman yang dialami tanpa sempat memberikan pembelaan yang sempurna dalam perjalanan hukumnya," katanya.
Dedi Mulyadi menambahkan bahwa semua temuan dalam kasus pembunuhan Eky dan Vina di Cirebon ini telah dibagikannya melalui channel YouTube miliknya, Kang Dedi Mulyadi. "Temuan yang saya dapatkan telah saya sajikan di channel YouTube Kang Dedi Mulyadi. Dari seluruh temuan itu saya yakin penyidik, siapapun yang punya hati pasti bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi pada kasus ini," tandasnya.
Farhat Abbas pun menanyakan apakah pendampingan atau penelusuran ini merupakan bagian dari pekerjaan Dedi Mulyadi. "Pendampingan atau menelusuri ini merupakan bagian pekerjaan Bapak?" tanya Farhat Abbas.
"Pendampingan bukan pekerjaan saya tetapi sebagai warga negara Indonesia, saya memiliki kewajiban untuk menyampaikan berbagai informasi yang belum diketahui publik, yang belum diketahui oleh penyidik agar saudara Saka Tatal bisa diposisikan pada posisi yang sebenarnya," jawab Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi mengaku ada keterpanggilan jiwa setelah melihat masyarakat yang mengalami berbagai tuduhan tanpa sempat memberikan pembelaan. "Keterpanggilan jiwa karena ada masyarakat yang tidak berdaya menghadapi berbagai tuduhan, tuntutan, dan hukuman yang dialami tanpa sempat memberikan pembelaan yang sempurna dalam perjalanan hukumnya," katanya.
Dedi Mulyadi menambahkan bahwa semua temuan dalam kasus pembunuhan Eky dan Vina di Cirebon ini telah dibagikannya melalui channel YouTube miliknya, Kang Dedi Mulyadi. "Temuan yang saya dapatkan telah saya sajikan di channel YouTube Kang Dedi Mulyadi. Dari seluruh temuan itu saya yakin penyidik, siapapun yang punya hati pasti bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi pada kasus ini," tandasnya.
(hri)
Lihat Juga :