Pasar Tumenggungan Kebumen Kian Memprihatinkan, Travelator Tak Berfungsi Sejak Dibangun
Rabu, 31 Juli 2024 - 07:53 WIB
loading...
A
A
A
"Sempat dilakukan perbaikan, tapi rusak lagi karena biayanya mahal. Sekali perbaikan bisa mencapai Rp50 juta. Kami tidak memiliki anggaran lagi untuk perbaikan. Bahkan, biaya listrik per bulan bisa mencapai Rp20 juta," jelas Haryono.
Haryono menjelaskan bahwa proyek pembangunan travelator ini merupakan bagian dari pembangunan pasar oleh PT Relis Sapindo Utama dengan total anggaran mencapai Rp50 miliar, dan khusus untuk travelator sekitar Rp4 miliar. Ia menyayangkan travelator yang rusak parah dan membutuhkan anggaran besar untuk perbaikan.
"Travelator sebenarnya untuk memudahkan pengunjung naik ke lantai atas tanpa merasa capek. Namun, karena tidak berfungsi, banyak pengunjung enggan naik ke lantai dua, mengakibatkan penurunan jumlah pembeli dan beberapa kios tutup," tambahnya.
Beberapa pedagang mengaku telah mengadu ke Disperindag KUKM akibat sepinya pembeli, terutama di lantai dua. Mereka menyebut bahwa minat masyarakat untuk datang ke pasar khususnya ke lantai dua menurun drastis karena tidak berfungsinya travelator.
"Sepinya pengunjung di lantai dua salah satunya disebabkan oleh travelator yang tidak berfungsi. Banyak toko baju di lantai atas yang terpengaruh karena sepinya penjualan," ujarnya.
Haryono menjelaskan bahwa proyek pembangunan travelator ini merupakan bagian dari pembangunan pasar oleh PT Relis Sapindo Utama dengan total anggaran mencapai Rp50 miliar, dan khusus untuk travelator sekitar Rp4 miliar. Ia menyayangkan travelator yang rusak parah dan membutuhkan anggaran besar untuk perbaikan.
"Travelator sebenarnya untuk memudahkan pengunjung naik ke lantai atas tanpa merasa capek. Namun, karena tidak berfungsi, banyak pengunjung enggan naik ke lantai dua, mengakibatkan penurunan jumlah pembeli dan beberapa kios tutup," tambahnya.
Beberapa pedagang mengaku telah mengadu ke Disperindag KUKM akibat sepinya pembeli, terutama di lantai dua. Mereka menyebut bahwa minat masyarakat untuk datang ke pasar khususnya ke lantai dua menurun drastis karena tidak berfungsinya travelator.
"Sepinya pengunjung di lantai dua salah satunya disebabkan oleh travelator yang tidak berfungsi. Banyak toko baju di lantai atas yang terpengaruh karena sepinya penjualan," ujarnya.
(hri)
Lihat Juga :