Kapal KM Samarinda Tenggelam di Perairan Anambas, 3 Orang Tewas
Sabtu, 27 Juli 2024 - 12:04 WIB
loading...
Tiga orang tewas dalam kecelakaan laut ketika Kapal Motor (KM) Samarinda tenggelam di Perairan Matak, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Foto: iNews TV/Muhammad Fadli
A
A
A
ANAMBAS - Tiga orang tewas dalam kecelakaan laut ketika Kapal Motor (KM) Samarinda tenggelam di Perairan Matak, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, pada Jumat (26/7). Selain itu, enam penumpang luka kritis dan 31 orang lainnya selamat.
Menurut informasi yang diperoleh iNews Media Group, identitas ketiga korban tewas adalah Siti Aisyah, Reva, dan Yurnalisa, yang semuanya merupakan warga Matak, Anambas.
Kasubsie Siaga dan Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna, Budiman, mengatakan bahwa KM Samarinda awalnya berangkat dari Pelabuhan Tarempa menuju Pelabuhan Palmatak dengan membawa 40 orang penumpang dan enam motor.
Baca Juga: Kapal Nelayan KM Soneta Tenggelam di Perairan Karimunjawa, 7 ABK Hilang
Penumpang sebagian besar adalah pekerja di Tarempa yang tinggal di Matak.
”Dalam pelayaran, diduga kapal kayu ini kelebihan muatan, dan banyak penumpang naik di atas palka. Akibatnya, kapal menjadi tidak seimbang hingga akhirnya terbalik dan tenggelam,” kata Budiman dalam keterangannya, Sabtu (27/7/2024).
Budiman menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dan segera mengerahkan personel Pos SAR Anambas ke lokasi menggunakan RIB 02. “Ada 40 penumpang di kapal itu, dengan tiga korban meninggal dan enam kritis,” tambahnya.
Menurut informasi yang diperoleh iNews Media Group, identitas ketiga korban tewas adalah Siti Aisyah, Reva, dan Yurnalisa, yang semuanya merupakan warga Matak, Anambas.
Kasubsie Siaga dan Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna, Budiman, mengatakan bahwa KM Samarinda awalnya berangkat dari Pelabuhan Tarempa menuju Pelabuhan Palmatak dengan membawa 40 orang penumpang dan enam motor.
Baca Juga: Kapal Nelayan KM Soneta Tenggelam di Perairan Karimunjawa, 7 ABK Hilang
Penumpang sebagian besar adalah pekerja di Tarempa yang tinggal di Matak.
”Dalam pelayaran, diduga kapal kayu ini kelebihan muatan, dan banyak penumpang naik di atas palka. Akibatnya, kapal menjadi tidak seimbang hingga akhirnya terbalik dan tenggelam,” kata Budiman dalam keterangannya, Sabtu (27/7/2024).
Budiman menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dan segera mengerahkan personel Pos SAR Anambas ke lokasi menggunakan RIB 02. “Ada 40 penumpang di kapal itu, dengan tiga korban meninggal dan enam kritis,” tambahnya.
Lihat Juga :