2 Kitab Peninggalan Sastra Kuno Catat Sejarah Kerajaan Besar di Nusantara

Sabtu, 27 Juli 2024 - 08:00 WIB
loading...
2 Kitab Peninggalan...
Nagarakretagama dan Pararaton menjadi dua referensi kitab kuno yang menggambarkan sejarah perjalanan kerajaan di Nusantara. Foto/Istimewa
A A A
Nagarakretagama dan Pararaton menjadi dua referensi kitab kuno yang menggambarkan sejarah perjalanan kerajaan. Ada dua kerajaan yang menjadi pembahasan di naskah kuno Nagarakretagama dan Pararaton.

Keduanya ditulis dua tokoh berbeda, konon Negarakretagama ditulis Mpu Prapanca, tapi untuk kitab Pararaton belum diketahui secara pasti siapa penulisnya.

Meski peninggalan Kerajaan Majapahit, konon Nagarakretagama ditemukan di Puri Cakranagara, yang kini berada di daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Konon penemuan kitab Nagarakretagama di Puri Cakranagara ini bukanlah yang pertama.

Baca Juga: Kisah Cinta Siu Ban Ci, Selir Raja Majapahit Terakhir yang Mengubah Sejarah Jawa

Naskah kuno ini juga ditemukan terpisah di Pulau Bali, tepatnya di Amlapura, Karangasem, kemudian di Geria Pidada di daerah Klungkung, serta dua lagi di Geria Carik Sideman.

Penemuan naskah Nagarakretagama sebanyak empat buah itu membangkitkan pandangan tentang kepopuleran Nagarakretagama, yang berbeda sekali dengan waktu sebelumnya.

Setelah diketahui bahwa naskah - naskah itu terdapat di tangan masyarakat biasa, tidak semuanya di puri.

Dikutip dari “Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit”, hal ini menunjukkan bahwa naskah Nagarakretagama memang dikenal di masyarakat Bali kuna. Pada naskah Amlapura, milik seorang guru, ditulis pada halaman pertama wawacan Jawa.

Maksudnya bahwa isi naskah itu bertalian dengan sejarah Jawa. Yang dimaksud dengan Jawa di sini ialah Majapahit. Tidaklah mengherankan jika naskah Nagarakretagama itu juga dikenal oleh penggubah Pararaton secara langsung atau tidak langsung.

Baca Juga: Hasil Pertanian dan Maritim Sumber Pendapatan Kerajaan Kediri

Dalam garis besarnya uraian Nagarakretagama tentang Singasari dan Majapahit dari tahun 1222 sampai tahun 1365 memang sejajar dengan uraian Pararaton.

Uraian Pararaton lebih luas berkat adanya tambahan-tambahan yang diambil dari sumber lain seperti akan ditunjukkan di bawah.

Uraian Nagarakretagama pupuh XL tentang Raja Rajasa menjadi inti uraian Pararaton tentang cerita Ken Arok dari lahirnya sampai pencandiannya di Kegenengan pada tahun 1227. Uraian Pararaton tentang cerita Ken Arok diperluas dengan tambahan mendetail.

Uraian Nagarakretagama Pupuh XL mencakup empat hal yakni tempat Raja Rajasa mendirikan kerajaannya di sebelah timur Gunung Kawi, pemberontakan Raja Rajasa terhadap Raja Kertajaya di Kediri pada tahun 1222 berakhir dengan kemenangan Tumapel.

Berikutnya, berupa percandian Raja Rajasa di Kagenengan pada tahun 1227 dan Raja Rajasa menjadi leluhur raja-raja di Singasari dan di Majapahit.

Uraian pupuh XL yang hanya terdiri dari lima bait atau dua puluh baris itu dalam Pararaton diperluas menjadi enam belas halaman.

Diberi judul Katuturanira Ken Arok. Sesudah itu Pararaton menyajikan uraian tentang raja-raja Singasari dan Majapahit mulai dari Anusapati pada tahun 1227 sampai Sang Mokta ri kadaton pada tahun saka 1400 atau sekitar kurang lebih 1478 Masehi.

Secara garis besar uraian naskah kuno Pararaton dari Raja Rajasa Sang Amurwabhumi memang sejajar sekali, dengan uraian Nagarakretagama pupuh XL sampai XLIX, dengan tambahan fakta sejarah yang masih beredar dalam masyarakat.

Sumber fakta sejarah itu masih dapat diketahui sekadarnya.Pada akhir uraian tentang raja-raja yang bersangkutan selalu dibubuhkan tarikh mangkatnya dan candi makamnya, seperti yang dilakukan penggubah Nagarakretagama.

Urutannya pun hampir mirip. Sesudah uraian tentang Raja Rajasa, menyusul uraian tentang Sang Anusapati.

Pada Nagarakretagama uraian ini ditempatkan dalam pupuh XLI. Uraian yang ditambahkan ialah bahwa Sang Anusapati mangkat akibat tusukan keris Gandring oleh Tohjaya, putra sulung Sri Rajasa lahir dari Ken Umang.

Tokoh Tohjaya sama sekali tidak disebut dalam Nagarakretagama.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, BJ Habibie Ucapkan Sumpah Jabatan Presiden di Istana Merdeka
Rekomendasi
Kasus Izin Tinggal WNA,...
Kasus Izin Tinggal WNA, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Buntu Lawan Ghana di Piala Dunia 2026: Harry Kane Mandul
Berita Terkini
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Di Diskusi Partai Perindo,...
Di Diskusi Partai Perindo, JJ Rizal Minta Gubernur Jakarta Belajar dari Soekarno
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
DPW Partai Perindo DKI...
DPW Partai Perindo DKI Launching Warkop Aspirasa, Gelar Diskusi Refleksi 499 Tahun Jakarta
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Infografis
Ilmuwan Klaim Temukan...
Ilmuwan Klaim Temukan Bukti Peradaban Kuno di Planet Mars
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved