alexametrics

12 Jam di Dalam Sumur, Evakuasi Kakek Slamet Berlangsung Dramatis

loading...
12 Jam di Dalam Sumur, Evakuasi Kakek Slamet Berlangsung Dramatis
Proses evakuasi Kakek Slamet warga Desa KBA, Kecamatan Arsel, Kobar, Kalteng yang terjun ke sumur di kedalaman sekitar 12 meter akhirnya berhasil dievakuasi. Foto/Sigit Dzakwan/Dok
A+ A-
KOTAWARINGIN BARAT - Proses evakuasi Kakek Slamet warga Desa Kumpai Batu Atas (KBA), Kecamatan Arsel, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng yang terjun ke sumur di kedalaman sekitar 12 meter akhirnya berhasil dievakuasi tim gabungan.

Akhir proses yang dramatis terjadi sekira pukul 02.35 WIB, Minggu (21/7/2019) dinihari.
Tim gabungan terdiri dari Basarnas, Tim Damkar Kobar, Polisi dan sejumlah instansi terkait lainnya. Proses ini berlangsung sekira 12 Jam, dari Sabtu (20/7/2019) Pukul 15.00 WIB hingga Minggu dinihari.

"Evakuasi berlangsung dramatis dan alot. Korban diberi bius melalui air minum yang dikirim dari atas (oleh tim SAR gabungan)," kata Kasatpol PP dan Damkar Kobar, Majerum Purni, Minggu.



"Pas biusnya bereaksi dan kondisi korban sudah mulai lemah, waktu itu juga ada berbincangan sampai korban mau melilitkan tali ke badannya. Kemudian menarik korban ke permukaan," sambung Majerum Purni.

Sebelumnya, proses evakuasi terhadap Slamet (57) yang mencoba bunuh diri masuk ke sumur sedalam 12 meter Desa Kumpai Batu Atas, Arut Selatan, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah berlangsung dramatis.

Kakek Slamet menolak untuk dievakuasi oleh petugas gabungan dari Basarnas, Damkar Kobar, Polisi dan TNI serta warga sekitar. Dua anaknya pun diminta untuk merayu supaya Kakek Slamet mau dievakuasi.

"Sudah sejak sore pukul 15.00 WIB sampai malam ini Pak Slamet tak mau dievakuasi," ujar Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Korban Bidang Damkar dan Satpol Kotawaringin Barat, Kaboel Suhartono, Sabtu (20/7/2019) malam.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak