Dampak COVID-19, P-APBD Jatim 2020 Turun Rp1,4 Triliun
Senin, 24 Agustus 2020 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan, sektor pendidikan dalam P-APBD Jatim kali ini tidak menjadi skala prioritas. Alasannya selama pandemi COVID-19 , Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) juga mengalami penurunan.
"Sebab, tidak ada kegiatan belajar mengajar tatap muka dan kegiatan fisik. Sehingga berpengaruh terhadap anggaran belanja rutin," paparnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jatim lainnya, Anwar Sadad sudah memprediksi pandemi COVId-19 tidak terlalu besar berpengaruh terhadap pendapatan daerah yakni kisaran 10-15%. (Baca juga: Terbongkar, Limbah Medis Dibuang Sembarangan ke Sungai di Probolinggo)
Hal ini dibuktikan dalam draft Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Platpon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) P-APBD Jatim 2020. Estimasi penurunan pendapatan daerahnya di kisaran 11%. (Baca juga: Persiapan KBM Tatap Muka, Ratusan Guru SMA/SMKA di Mojokerto Dirapid Test)
“Masyarakat Jatim sangat taat Terbukti meskipun mengalami pandemi, mereka taat membayar pajak daerah,” katanya.
"Sebab, tidak ada kegiatan belajar mengajar tatap muka dan kegiatan fisik. Sehingga berpengaruh terhadap anggaran belanja rutin," paparnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jatim lainnya, Anwar Sadad sudah memprediksi pandemi COVId-19 tidak terlalu besar berpengaruh terhadap pendapatan daerah yakni kisaran 10-15%. (Baca juga: Terbongkar, Limbah Medis Dibuang Sembarangan ke Sungai di Probolinggo)
Hal ini dibuktikan dalam draft Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Platpon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) P-APBD Jatim 2020. Estimasi penurunan pendapatan daerahnya di kisaran 11%. (Baca juga: Persiapan KBM Tatap Muka, Ratusan Guru SMA/SMKA di Mojokerto Dirapid Test)
“Masyarakat Jatim sangat taat Terbukti meskipun mengalami pandemi, mereka taat membayar pajak daerah,” katanya.
(boy)
Lihat Juga :