Imbas PSBB Surabaya; Terminal Mojokerto Sepi, Kernet Bus Depresi

Jum'at, 01 Mei 2020 - 21:10 WIB
loading...
Imbas PSBB Surabaya;...
Potongan video kernet bus bersimpuh di hadapan petugas Terminal Kertajaya Mojokerto meminta dicarikan pekerjaan imbas PSSB di Surabaya.Foto/SINDOnews/Tritus Julan.
A A A
MOJOKERTO - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Surabaya, memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Termasuk warga yang menggantungkan hidup dari jasa transportasi umum.

Bagimana tidak, pasca diberlakukan PSSB imbas mewabahnya virus Corona di Kota Pahlawan, moda transportasi umum seperti bus seakan mati suri. Seluruh armada bus dari seluruh wilayah Jawa Timur, tak diberpolehkan masuk ke Kota Surabaya. Hal itu membuat seluruh Perusahaan Otobus (PO) menghentikan operasionalnya.

Dampaknya, awak bus yang menggantungkan hidup dari menarik penumpang itupun kelimpungan. Mereka tak bisa mengais rupiah lantaran bus berhenti beroprasi. Tak sedikit yang membuat mereka menjadi tertekan dan nyaris frustasi. Seperti sebuah video yang viral di media sosial (Medsos) kemarin, Kamis (30/4) kemarin.

Imbas PSBB Surabaya; Terminal Mojokerto Sepi, Kernet Bus Depresi


Video yang diunggah akun facebook @YazidAlfarizi, itu menunjukkan seorang pria yang mengenakan switer warna biru, dan celana bahan jeans terlihat furstasi duduk di lantai ruang tunggu terminal Kertajaya Mojokerto. Di hadapan petugas kepolisian, ia merengek, dan menangis minta dicarikan pekerjaan untuk menghidupi keluarganya.

Pria yang belakangan diketahui bernama Slamet itu merupakan warga Kabupaten Jombang yang bekerja menjadi kernet Bus Ijo, jurusan Mojokerto-Surabaya. Dalam video berdurasi hanya 41 detik ini, nampak bersimpuh meminta pekerjaan dihadapan petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) yang berjaga di Terminal Kertajaya.

"Aku ini sembarang tak lakoni Pak, ayo golekno pekerjaan kuli. Golekno pekerjaan kuli, ndak slamet matek tak lakonane, sembarang tak lakone, gae anakku, gae anak bojoko. Opo gak onok sing dipangan Pak (Saya bersedia bekerja, apa saja saya lakukan. Carikan saya pekerjaan menjadi kuli. Tidak selamat matipun saya kerjakan. Semua saya lakukan untuk anak dan istriku, yang penting ada yang dimakan," keluhnya dalam logat bahasa jawa.

Koordinator Terminal Kertajaya Kota Mojokerto, Ahmad Yazid, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Disampaikan Yazid, pria dalam video tersebut merupakan kernet yang biasa bekerja di Bus Ijo dengan rute Kertajaya-Joyoboyo (Mojokerto-Wonokromo). Setiap hari, Slamet menggantungkan hidup dari pekerjaannya tersebut.

"Iya benar, video itu memang kejadian di sini. Kemarin ketiga penerapan PSBB, mulai bingung tidak kerja. Mas Slamet itu mulai pagi sudah bingung karena Bus Ijo tidak ada yang jalan. Terus akhirnya teriak-teriak kaya orang stres itu," ungkap Yazid yang juga pemilik akun fb @YazidAlfarizi, Jumat (1/5/2020).

Sejak pagi, kata Yazid, pria berusia 45 tahun itu sudah gelisah. Ia nampak berbicara sendiri di ruang tunggu penumpang bus. Sebab, sedari pagi tidak ada satupun bus yang beroprasi. Lantaran ketentuan PSSB di Surabaya, membuat PO Bus Ijo sementara waktu menghentikan seluruh awak bus karena larangan beroprasi.

"Sebelum PSBB memang sudah sepi penumpang, ditambah lagi ada PSBB akhirnya mereka tak memiliki penghasilan. Ini sudah tiga hari tidak jalan sama sekali. Dia kaya orang stres, tidak ada pemasukan sama sekali. Karena tidak ada penghasilan untuk anak istrinya, tidak bisa beli beras karena tidak punya uang," imbuhnya.

Aksi Yazid duduk bersimpuh dihadapan petugas sembari menangis itu baru reda setelah Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional, UPT LLAJ Mojokerto, Dishub Jawa Timur, Yoyok Kristyowahono mendatanginya. Usai diberikan penjelasan, Slamet pun akhirnya bisa menerima kenyataan tersebut dan kembali ke rumahnya.

Menurut Yazid, ada sekitar 20 bus terparkir di Terminal Kertajaya Mojokerto saat ini. Dari jumlah itu, ada puluhan orang yang mengais rejeki untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Akan tetapi, imbas dari mewabahnya virus Covid-19 itu benar-benar membuat puluhan awak bus merana.

"Memang sejak diberlakukan PSSB, semua PO bus langsung menghentikan operasinya. Sehingga banyak yang mengeluh, apalagi mereka yang benar-benar menggantungkan hidupnya dari pekerjaan ini. Ini tadi saja, hanya ada sekitar 10 penumpang yang naik bus kuning, lihat sendirikan kondisinya lengang sekali," tandas Yazid
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arus Mudik 2026 di Terminal...
Arus Mudik 2026 di Terminal Terpadu Pulo Gebang Diperkirakan Mulai 17 Maret
Sosok Letda Abu Yamin,...
Sosok Letda Abu Yamin, Perwira TNI AL Lantamal Surabaya yang Dikeroyok 15 Orang di Terminal Arjosari Malang
Update! Perwira TNI...
Update! Perwira TNI AL Ternyata Dikeroyok 15 Orang di Terminal Arjosari Malang
7 Fakta Pengeroyokan...
7 Fakta Pengeroyokan Perwira TNI AL di Terminal Arjosari Malang, Korban Bertugas di POMAL
Ini Tampang 3 Bang Jago...
Ini Tampang 3 Bang Jago Pelaku Pengeroyokan Perwira TNI AL di Terminal Arjosari Malang
3 Pelaku Pengeroyokan...
3 Pelaku Pengeroyokan Perwira TNI AL di Terminal Arjosari Malang Ditangkap
Terminal 2F Bandara...
Terminal 2F Bandara Soetta Siap Layani Jemaah Haji 2026
Pertamina Resmikan Revitalisasi...
Pertamina Resmikan Revitalisasi Terminal LPG Arun, Jalur Distribusi Lebih Efisien
Danantara Tinjau Fasilitas...
Danantara Tinjau Fasilitas Terminal Penumpang, Pelindo Tegaskan Kesiapan Nataru 2025/2026
Rekomendasi
PMGO 2026 Cetak Rekor...
PMGO 2026 Cetak Rekor Guinness, Lebih dari 1,2 Juta Pendaftar Turnamen
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Berita Terkini
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
Infografis
Imbas Perang Iran vs...
Imbas Perang Iran vs Israel, Subsidi BBM dan LPG Bisa Membengkak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved