Pulau Jawa Berkalung Besi, Ramalan Jayabaya tentang Rel Kereta Api, Jalan Tol dan Bandara?
Sabtu, 20 Juli 2024 - 17:33 WIB
loading...
A
A
A
Kereta api menggunakan jalur rel dari besi yang membentang ribuan kilometer. Bisa diibaratkan rel kereta api sebagai kalung besi. Sedangkan kereta api merupakan kereta yang tidak ditarik dengan kuda, melainkan mesin lokomotif.
Jayabaya juga meramalkan bahwa suatu saat "Akeh omaheng duwur jaran" yang arinya banyak rumah di atas kuda. Ramalah ini ada yang menafsirkan sebagai munculnya transportasi udara atau kendaraan terbang yang menggunakan teknologi.
Baca juga: Letusan Gunung Semeru, Jayabaya dan Ramalan Terbelahnya Pulau Jawa
Transportasi modern lainnya yaitu jalan tol yang menghubungkan berbagai wilayah dan daerah, di mana rangkanya juga dari besi. Juga bandara yang menjadi landasan terbang dan mendarat pesawat yang juga dari besi.
Jika ditafsirkan dengan kondisi saat ini, ramalan Jayabaya tentang Pulau Jawa Berkalung Besi bisa disebut terbukti benar. Sejarah kereta api di Indonesia dimulai pada tahun 1864 dengan dibangunnya jalur kereta api Semarang-Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta).
Jayabaya juga meramalkan bahwa suatu saat "Akeh omaheng duwur jaran" yang arinya banyak rumah di atas kuda. Ramalah ini ada yang menafsirkan sebagai munculnya transportasi udara atau kendaraan terbang yang menggunakan teknologi.
Baca juga: Letusan Gunung Semeru, Jayabaya dan Ramalan Terbelahnya Pulau Jawa
Transportasi modern lainnya yaitu jalan tol yang menghubungkan berbagai wilayah dan daerah, di mana rangkanya juga dari besi. Juga bandara yang menjadi landasan terbang dan mendarat pesawat yang juga dari besi.
Jika ditafsirkan dengan kondisi saat ini, ramalan Jayabaya tentang Pulau Jawa Berkalung Besi bisa disebut terbukti benar. Sejarah kereta api di Indonesia dimulai pada tahun 1864 dengan dibangunnya jalur kereta api Semarang-Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta).
Lihat Juga :