Polda Jateng Bongkar Kejahatan Pornografi Anak di Medsos
Jum'at, 19 Juli 2024 - 20:11 WIB
loading...
Kepala Subdit Tindak Pidana Siber Ditreskrimsus Polda Jateng AKBP Sulistyoningsih. Foto/Eka Setiawan
A
A
A
SEMARANG - Penyidik Tindak Pidana Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng membongkar kejahatan pornografi anak di media sosial (medsos).
Ditangkap seorang pria berinisial RS (34) warga Kabupaten Kebumen, karena memperdagangkan video mesum via media sosial, di antaranya konten video pornografi anak.
“Dia menawarkan via Facebook dan Telegram,” ungkap Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Siber Ditreskrimsus Polda Jateng AKBP Sulistyoningsih, Jumat (19/7/2024).
Baca juga; Mengerikan! Penjualan Konten Pornografi Anak lewat Medsos Terungkap
Modus RS, awalnya menawarkan lewat grup private di Facebook. Setelah mendapatkan pembeli, mereka kemudian diarahkan ke grup Telegram yang sudah diseleksi kontennya.
Untuk konten dewasa dihargai Rp100.000, sedangkan konten pornografi anak Rp300.000. Setelah membayar dimasukkan ke grup Telegram sesuai harga. “Jadi sekali bayar, bisa masuk grup Telegram yang dibuat oleh RS,” sambungnya.
Konten pornografi anak itu, disediakan video beragam yang tak pantas dan menjijikan karena melibatkan anak kecil berusia antara 8 sampai 10 tahun.
Ditangkap seorang pria berinisial RS (34) warga Kabupaten Kebumen, karena memperdagangkan video mesum via media sosial, di antaranya konten video pornografi anak.
“Dia menawarkan via Facebook dan Telegram,” ungkap Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Siber Ditreskrimsus Polda Jateng AKBP Sulistyoningsih, Jumat (19/7/2024).
Baca juga; Mengerikan! Penjualan Konten Pornografi Anak lewat Medsos Terungkap
Modus RS, awalnya menawarkan lewat grup private di Facebook. Setelah mendapatkan pembeli, mereka kemudian diarahkan ke grup Telegram yang sudah diseleksi kontennya.
Untuk konten dewasa dihargai Rp100.000, sedangkan konten pornografi anak Rp300.000. Setelah membayar dimasukkan ke grup Telegram sesuai harga. “Jadi sekali bayar, bisa masuk grup Telegram yang dibuat oleh RS,” sambungnya.
Konten pornografi anak itu, disediakan video beragam yang tak pantas dan menjijikan karena melibatkan anak kecil berusia antara 8 sampai 10 tahun.
Lihat Juga :