Inovasi Baru, Mahasiswa UMM Olah Limbah Kulit Jeruk di Malang Jadi Briket
Jum'at, 19 Juli 2024 - 11:12 WIB
loading...
A
A
A
Pengelolaan limbah kulit jeruk ini disebut Berlinda, membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Setelah mengumpulkan limbah kulit jeruk bersama karang taruna setempat, kulit jeruk tersebut dimasukkan ke dalam tong untuk proses pembakaran limbah.
Baca juga: ITS Olah Limbah Cair Industri Tahu Jadi Kulit Sintetis
"Kemudian menunggu hingga hasil kulit jeruk berubah warna menjadi cokelat tua," ucap dia kembali.
Setelah melalui proses pembakaran limbah, kulit jeruk perlu l, melalui proses penghalusan menggunakan chopper, lalu disaring agar memudahkan proses pencampuran menjadi adonan sebelum disulap menjadi briket.
“Hasil pencampuran adonan yang kami buat itu dicetak dan dijemur di bawah sinar matahari selama 6 hingga 7 hari. Setelah melakukan proses yang cukup panjang, maka jadilah briket yang sempurna,” jelasnya.
Setelah mengumpulkan limbah kulit jeruk bersama karang taruna setempat, kulit jeruk tersebut dimasukkan ke dalam tong untuk proses pembakaran limbah.
Baca juga: ITS Olah Limbah Cair Industri Tahu Jadi Kulit Sintetis
"Kemudian menunggu hingga hasil kulit jeruk berubah warna menjadi cokelat tua," ucap dia kembali.
Setelah melalui proses pembakaran limbah, kulit jeruk perlu l, melalui proses penghalusan menggunakan chopper, lalu disaring agar memudahkan proses pencampuran menjadi adonan sebelum disulap menjadi briket.
“Hasil pencampuran adonan yang kami buat itu dicetak dan dijemur di bawah sinar matahari selama 6 hingga 7 hari. Setelah melakukan proses yang cukup panjang, maka jadilah briket yang sempurna,” jelasnya.
Lihat Juga :