Terbuka Berkoalisi, Partai Perindo Selektif Usung Calon di Pilgub Jakarta 2024
Rabu, 17 Juli 2024 - 19:40 WIB
loading...
A
A
A
"Khusus untuk DKJ, ini adalah daerah yang sangat strategis dan menjadi barometer kemajuan nasional tentu kami sangat berhati-hati dan selektif dalam menentukan. Saat ini melalui tim Desk Pilkada, kami masih terus menggodok dan melakukan analisa komperhensif," kata Gian.
Dia juga menanggapi hasil survei Litbang Kompas yang menyebutkan faktor Presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto hingga mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan menjadi pertimbangan bagi responden dalam memilih calon Pilgub Jakarta 2024.
Sebagai presiden terpilih, tentunya faktor Prabowo Effect juga menjadi pertimbangan bagi masyarakat pada Pilkada Serentak 2024.
"Beliau sebagai presiden terpilih 2024-2029 yang tentu baik secara elektabilitas dan popularitas maupun elektoral memiliki signifikansi yang cukup kuat. Ini hal yang lazim terjadi," ucapnya.
Di luar itu, Prabowo secara ketokohan dinilai sudah dalam koridor negarawan dengan rekam jejaknya selama ini. "Meski peta nasional dan daerah belum tentu memiliki ukuran yang sama baik dari sisi strategi maupun konstelasi elektoral. Karena tentu dengan begitu dinamisnya perkembangan mendekati Pilkada bisa saja anomali akan banyak terjadi sebagai efek kejut," ujar Gian.
Disinggung Anies Effect, Gian juga menilai Anies masih menjadi pertimbangan bagi masyarakat untuk dipilih sebagai calon kepala daerah. Anies Effect menjadi hal yang wajar karena sejumlah faktor.
Dia juga menanggapi hasil survei Litbang Kompas yang menyebutkan faktor Presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto hingga mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan menjadi pertimbangan bagi responden dalam memilih calon Pilgub Jakarta 2024.
Sebagai presiden terpilih, tentunya faktor Prabowo Effect juga menjadi pertimbangan bagi masyarakat pada Pilkada Serentak 2024.
"Beliau sebagai presiden terpilih 2024-2029 yang tentu baik secara elektabilitas dan popularitas maupun elektoral memiliki signifikansi yang cukup kuat. Ini hal yang lazim terjadi," ucapnya.
Di luar itu, Prabowo secara ketokohan dinilai sudah dalam koridor negarawan dengan rekam jejaknya selama ini. "Meski peta nasional dan daerah belum tentu memiliki ukuran yang sama baik dari sisi strategi maupun konstelasi elektoral. Karena tentu dengan begitu dinamisnya perkembangan mendekati Pilkada bisa saja anomali akan banyak terjadi sebagai efek kejut," ujar Gian.
Disinggung Anies Effect, Gian juga menilai Anies masih menjadi pertimbangan bagi masyarakat untuk dipilih sebagai calon kepala daerah. Anies Effect menjadi hal yang wajar karena sejumlah faktor.
Lihat Juga :