Kisah Ken Arok dan Strategi Cerdiknya Menghadapi Kerajaan Kediri
Rabu, 17 Juli 2024 - 06:05 WIB
loading...
A
A
A
Ken Arok sangat menghormati kaum brahmana. Hubungannya dengan kaum brahmana terjalin erat, bahkan ia mendapatkan gelar dari mereka saat berinteraksi dengan guru Lohgawe dan teman-temannya. Perlahan tapi pasti, kaum brahmana mulai bersekutu dengan Ken Arok. Mereka mendirikan sebuah padepokan di Tumapel, di bawah kepemimpinannya.
Dengan dukungan kaum brahmana yang merasa terancam oleh kekuasaan Kertajaya, Ken Arok semakin bersemangat untuk melawan Kediri. Ken Arok kemudian menggunakan dalih menyelamatkan ajaran agama Hindu yang mulai dilecehkan oleh Raja Kertajaya sebagai alasan untuk menginvasi Kediri.
Langkah pertama Ken Arok adalah menghentikan pengiriman upeti ke Kerajaan Kediri. Tindakan ini membuat Kertajaya marah dan menuduh Tumapel melakukan pemberontakan. Melihat Ken Arok dan kekuatannya sebagai ancaman, Kertajaya mempersiapkan pasukan untuk menaklukkan Tumapel.
Pertempuran antara Tumapel dan Kediri pun tidak terhindarkan. Di medan perang Genter, Ken Arok memimpin pasukannya dengan menggunakan nama Bathara Guru. Dalam pertempuran ini, dua panglima andalan Kediri, Mahesa Wulungan dan Geber Baleman, tewas di tangan Ken Arok dan pasukannya. Pasukan Kediri menjadi kocar-kacir dan banyak yang tewas atau melarikan diri.
Kertajaya sendiri melarikan diri ke sebuah candi, namun beberapa sumber menyatakan bahwa dia tewas dalam pertempuran tersebut. Dengan berakhirnya Kertajaya, Kerajaan Kediri pun runtuh pada tahun 1222, dan Ken Arok berhasil mengukuhkan dirinya sebagai penguasa baru di wilayah tersebut.
Dengan dukungan kaum brahmana yang merasa terancam oleh kekuasaan Kertajaya, Ken Arok semakin bersemangat untuk melawan Kediri. Ken Arok kemudian menggunakan dalih menyelamatkan ajaran agama Hindu yang mulai dilecehkan oleh Raja Kertajaya sebagai alasan untuk menginvasi Kediri.
Langkah pertama Ken Arok adalah menghentikan pengiriman upeti ke Kerajaan Kediri. Tindakan ini membuat Kertajaya marah dan menuduh Tumapel melakukan pemberontakan. Melihat Ken Arok dan kekuatannya sebagai ancaman, Kertajaya mempersiapkan pasukan untuk menaklukkan Tumapel.
Pertempuran antara Tumapel dan Kediri pun tidak terhindarkan. Di medan perang Genter, Ken Arok memimpin pasukannya dengan menggunakan nama Bathara Guru. Dalam pertempuran ini, dua panglima andalan Kediri, Mahesa Wulungan dan Geber Baleman, tewas di tangan Ken Arok dan pasukannya. Pasukan Kediri menjadi kocar-kacir dan banyak yang tewas atau melarikan diri.
Kertajaya sendiri melarikan diri ke sebuah candi, namun beberapa sumber menyatakan bahwa dia tewas dalam pertempuran tersebut. Dengan berakhirnya Kertajaya, Kerajaan Kediri pun runtuh pada tahun 1222, dan Ken Arok berhasil mengukuhkan dirinya sebagai penguasa baru di wilayah tersebut.
(hri)
Lihat Juga :