Survei Indomatrik: IPA dan Ovi Saling Kejar di Pilkada Ogan Ilir
Minggu, 23 Agustus 2020 - 23:09 WIB
loading...
A
A
A
Metode wawancara dilakukan pada responden dengan cara bertatap muka, menggunakan Multi Stage Random Sampling dipilih dengan metode survei, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 4,8 persen.
"New normal new leader. Era baru pemimpin baru. Ungkapan ini mengiang sekaligus mendominasi pembicaraan pemilih segmen milenial. Sekalipun sudah empat tahun sosok IPA dalam memimpin Bumi Caram Seguguk dan masyarakat sudah merasakan hasilnya, seperti dalam penanganan masalah pendidikan, kesehatan, hingga penyediaan listrik. Namun, perilaku dan loyalitas generasi milenial tergolong rendah. Saat ada figur yang mewakilinya, generasi milenial dengan mudah akan berpaling," katanya.
Dua nama di atas, lanjut Wahyudi, diprediksi akan bersaing ketat. Terbukti tingginya tingkat popularitas para balon Bupati OI akan berpengaruh pada tingkat kesukaan (liketability). Hal tersebut terlihat dari hasil survei Indomatrik, dimana dari 6 nama yang berkembang, hanya dua nama yang bersaing memiliki kesukaan yang signifikan.
"Hasilnya, IPA dan Ovi sosok yang saling kejar mengejar, setidaknya sampai bulan Agustus 2020 menjelang pendaftaran ke KPU OI dibanding kandidat lainnya. Tingkat popularitas IPA sebesar 94,50 persen, sementara AW Noviandi Mawardi mengejar di urutan berikutnya 89,45 persen sampai awal agustus ini," jelasnya.
Sementara itu, bakal calon lainnya terlihat tidak mengalami kenaikan bahkan stag, terbukti di lapangan mereka yang berminat maju namun tidak terlihat gerakan yang masif di tengah masyarakat.
"New normal new leader. Era baru pemimpin baru. Ungkapan ini mengiang sekaligus mendominasi pembicaraan pemilih segmen milenial. Sekalipun sudah empat tahun sosok IPA dalam memimpin Bumi Caram Seguguk dan masyarakat sudah merasakan hasilnya, seperti dalam penanganan masalah pendidikan, kesehatan, hingga penyediaan listrik. Namun, perilaku dan loyalitas generasi milenial tergolong rendah. Saat ada figur yang mewakilinya, generasi milenial dengan mudah akan berpaling," katanya.
Dua nama di atas, lanjut Wahyudi, diprediksi akan bersaing ketat. Terbukti tingginya tingkat popularitas para balon Bupati OI akan berpengaruh pada tingkat kesukaan (liketability). Hal tersebut terlihat dari hasil survei Indomatrik, dimana dari 6 nama yang berkembang, hanya dua nama yang bersaing memiliki kesukaan yang signifikan.
"Hasilnya, IPA dan Ovi sosok yang saling kejar mengejar, setidaknya sampai bulan Agustus 2020 menjelang pendaftaran ke KPU OI dibanding kandidat lainnya. Tingkat popularitas IPA sebesar 94,50 persen, sementara AW Noviandi Mawardi mengejar di urutan berikutnya 89,45 persen sampai awal agustus ini," jelasnya.
Sementara itu, bakal calon lainnya terlihat tidak mengalami kenaikan bahkan stag, terbukti di lapangan mereka yang berminat maju namun tidak terlihat gerakan yang masif di tengah masyarakat.
Lihat Juga :