OPM Bakar Sekolah di Pegunungan Bintang, Satgas Damai Cartenz: Brutal dan Tidak Manusiawi
Senin, 15 Juli 2024 - 10:35 WIB
loading...
A
A
A
"Kami tidak akan tinggal diam. Penegakan hukum secara tegas akan terus dilakukan untuk menjamin keamanan dan ketertiban di wilayah ini," tambahnya.
Baca juga: KKB Brutal Tembak 2 Warga Sipil di Pegunungan Bintang
Senada dengan hal itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, Kombes Pol Bayu Suseno juga mengecam keras tindakan KKB tersebut.
Menurut Bayu Suseno, KKB yang melakukan pembakaran diduga merupakan KKB Kodap XXXV Bintang Timur yang sebelumnya melakukan penembakan terhadap Senus Lepitalen pada 6 Juni 2024 di Distrik Borme, Pegunungan Bintang.
Dalam aksinya itu terdapat satu senjata api laras pajang yang pegang oleh KKB.
"Kami mengecam dan menyayangkan kejadian ini. Tindakan pembakaran sekolah oleh KKB adalah aksi yang sangat tidak berperikemanusiaan dan tidak dapat ditoleransi. Aparat Gabungan TNI-Polri dan Satgas Ops Damai Cartenz-2024 akan melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap pelaku kejahatan ini," tegas Bayu Suseno.
Dia menambahkan bahwa peristiwa ini tidak hanya merugikan sektor pendidikan, tetapi juga mengganggu ketenangan dan keamanan masyarakat setempat.
Baca juga: KKB Brutal Tembak 2 Warga Sipil di Pegunungan Bintang
Senada dengan hal itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, Kombes Pol Bayu Suseno juga mengecam keras tindakan KKB tersebut.
Menurut Bayu Suseno, KKB yang melakukan pembakaran diduga merupakan KKB Kodap XXXV Bintang Timur yang sebelumnya melakukan penembakan terhadap Senus Lepitalen pada 6 Juni 2024 di Distrik Borme, Pegunungan Bintang.
Dalam aksinya itu terdapat satu senjata api laras pajang yang pegang oleh KKB.
"Kami mengecam dan menyayangkan kejadian ini. Tindakan pembakaran sekolah oleh KKB adalah aksi yang sangat tidak berperikemanusiaan dan tidak dapat ditoleransi. Aparat Gabungan TNI-Polri dan Satgas Ops Damai Cartenz-2024 akan melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap pelaku kejahatan ini," tegas Bayu Suseno.
Dia menambahkan bahwa peristiwa ini tidak hanya merugikan sektor pendidikan, tetapi juga mengganggu ketenangan dan keamanan masyarakat setempat.
Lihat Juga :