Menengok Belajar Anak Jalanan Gresik di Angkutan Umum
Minggu, 23 Agustus 2020 - 20:17 WIB
loading...
A
A
A
"Niat awal hanya mengajar anak jalanan saja. Tapi banyak anak-anak yang sekolah formal ikut bergabung," kata Atin sapaan akrabnya, Minggu (23/8/2020).
Dia menyampaikan, banyaknya anak-anak yang sekolah formal ikut bergabung karena orang tua mereka ekonominya terbatas. Tidak mampu menyediakan fasilitas handphone dan kuota internel yang memadai.
"Banyak orang tua yang kerja serabutan. Jadi, ya keberatan dengan sistem daring. Selain itu banyak yang tidak mempunyai kemampuan membimbing anaknya belajar secara daring," ungkapnya.
Meski waktu mengajar dilakukan terbatas. Baik tempat maupun fasilitas. Kegiatan itu berjalan dengan baik. "Iya senang bisa belajar sekarang ada gurunya. Biasanya belajar sendiri," kata Abdil Syafi'i seorang murid.
Hal senada juga disampaikan Rizki Aditya, bocah yang belum pernah merasakan sekolah formal itu kini sudah bisa membaca. "Sekarang sudah bisa baca buku," pungkasnya.
Dia menyampaikan, banyaknya anak-anak yang sekolah formal ikut bergabung karena orang tua mereka ekonominya terbatas. Tidak mampu menyediakan fasilitas handphone dan kuota internel yang memadai.
"Banyak orang tua yang kerja serabutan. Jadi, ya keberatan dengan sistem daring. Selain itu banyak yang tidak mempunyai kemampuan membimbing anaknya belajar secara daring," ungkapnya.
Meski waktu mengajar dilakukan terbatas. Baik tempat maupun fasilitas. Kegiatan itu berjalan dengan baik. "Iya senang bisa belajar sekarang ada gurunya. Biasanya belajar sendiri," kata Abdil Syafi'i seorang murid.
Hal senada juga disampaikan Rizki Aditya, bocah yang belum pernah merasakan sekolah formal itu kini sudah bisa membaca. "Sekarang sudah bisa baca buku," pungkasnya.
(msd)
Lihat Juga :