Diserbu Wisatawan, Jabar Perketat Penerapan Protokol COVID-19
Minggu, 23 Agustus 2020 - 11:24 WIB
loading...
Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum (tengah) saat memimpin Operasi Gabungan Penerapan Sanksi di Pantai Pangandaran. Foto: Dok.Humas Jabar
A
A
A
BANDUNG - Sektor pariwisata di Provinsi Jawa Barat yang sempat terpuruk mulai menggeliat seiring penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB). Terbukti, pada libur panjang (long weekend) pekan ini, sejumlah objek wisata di Jabar diserbu wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, Dedi Taufik mengakui, geliat sektor pariwisata telah berdampak positif terhadap meningkatnya okupansi hotel, termasuk restoran dan usaha sejenisnya.
Dia menyebutkan, kepadatan wisatawan pada long weekend kali ini terpantau di antaranya di wilayah Bandung Raya , termasuk Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kemudian Bogor, Pangandaran, hingga kawasan Pantai Selatan dan Cirebon.
Meski begitu, Dedi memastikan bahwa geliat pariwisata tersebut tetap dibarengi pengawasan protokol kesehatan untuk menekan potensi penularan COVID-19. Bahkan, dia meyakinkan, pengawasan protokol kesehatan kini semakin diperketat.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya dinas pariwisata setempat untuk memastikan bahwa para pelaku industri wisata, termasuk hotel dan restoran serta usaha sejenis sudah menerapkan protokol kesehatan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, Dedi Taufik mengakui, geliat sektor pariwisata telah berdampak positif terhadap meningkatnya okupansi hotel, termasuk restoran dan usaha sejenisnya.
Dia menyebutkan, kepadatan wisatawan pada long weekend kali ini terpantau di antaranya di wilayah Bandung Raya , termasuk Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kemudian Bogor, Pangandaran, hingga kawasan Pantai Selatan dan Cirebon.
Meski begitu, Dedi memastikan bahwa geliat pariwisata tersebut tetap dibarengi pengawasan protokol kesehatan untuk menekan potensi penularan COVID-19. Bahkan, dia meyakinkan, pengawasan protokol kesehatan kini semakin diperketat.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya dinas pariwisata setempat untuk memastikan bahwa para pelaku industri wisata, termasuk hotel dan restoran serta usaha sejenis sudah menerapkan protokol kesehatan.
Lihat Juga :