Penemuan Pabrik Narkoba Jaringan Internasional di Malang, Bahan Baku Diimpor dari China
Kamis, 04 Juli 2024 - 06:30 WIB
loading...
Pabrik pembuatan narkoba diungkap di Kota Malang. Foto/Avirista Midaada/MPI
A
A
A
MALANG - Sebuah pabrik narkoba di Kota Malang telah menjadi lokasi terbaru yang diungkap oleh pihak kepolisian dan instansi terkait. Sebelumnya, penemuan serupa juga terjadi di Medan, Semarang, Bali, dan kini di Malang.
Pabrik yang beroperasi di sebuah rumah kontrakan di Jalan Bukit Barisan Nomor 2, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Malang, ini ternyata merupakan bagian dari jaringan internasional yang dikendalikan oleh seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia.
“Kami melakukan pengungkapan bersama Polri terkait penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Berdasarkan hasil analisis terhadap sejumlah laboratorium narkoba tersembunyi sebelumnya, termasuk di Tangerang, Semarang, Bali, dan Medan,” ujar Direktur Interdiksi Narkotika Direktorat Jenderal Bea Cukai, Syarif Hidayat, saat konferensi pers di Kota Malang, Rabu (3/7/2024).
Bahan baku yang digunakan di pabrik tersebut diketahui diimpor dari China. Syarif menjelaskan bahwa timnya telah melakukan penelusuran dan penelitian untuk mencegah peredaran bahan siap jadi narkoba ke masyarakat.
Baca Juga: Polisi Buru WNA Malaysia Otak Pabrik Narkoba di Malang
“Kami berkomitmen untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan Polri dalam mengungkap laboratorium narkotika tersembunyi dan mencegah masuknya narkotika ke Indonesia. Kami juga bekerja sama dengan BNN dan BNNP,” tambahnya.
Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Wahyu Widada, menyatakan komitmen Polri untuk memberantas peredaran narkoba, termasuk produksinya yang kini semakin marak di Indonesia. Pihaknya terus berinovasi dan mengembangkan hasil pengungkapan pabrik-pabrik narkoba yang berhasil dibongkar.
Pabrik yang beroperasi di sebuah rumah kontrakan di Jalan Bukit Barisan Nomor 2, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Malang, ini ternyata merupakan bagian dari jaringan internasional yang dikendalikan oleh seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia.
“Kami melakukan pengungkapan bersama Polri terkait penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Berdasarkan hasil analisis terhadap sejumlah laboratorium narkoba tersembunyi sebelumnya, termasuk di Tangerang, Semarang, Bali, dan Medan,” ujar Direktur Interdiksi Narkotika Direktorat Jenderal Bea Cukai, Syarif Hidayat, saat konferensi pers di Kota Malang, Rabu (3/7/2024).
Bahan baku yang digunakan di pabrik tersebut diketahui diimpor dari China. Syarif menjelaskan bahwa timnya telah melakukan penelusuran dan penelitian untuk mencegah peredaran bahan siap jadi narkoba ke masyarakat.
Baca Juga: Polisi Buru WNA Malaysia Otak Pabrik Narkoba di Malang
“Kami berkomitmen untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan Polri dalam mengungkap laboratorium narkotika tersembunyi dan mencegah masuknya narkotika ke Indonesia. Kami juga bekerja sama dengan BNN dan BNNP,” tambahnya.
Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Wahyu Widada, menyatakan komitmen Polri untuk memberantas peredaran narkoba, termasuk produksinya yang kini semakin marak di Indonesia. Pihaknya terus berinovasi dan mengembangkan hasil pengungkapan pabrik-pabrik narkoba yang berhasil dibongkar.
Lihat Juga :