5 Fakta Letnan Komarudin, Serbu Markas Penjajah Berbekal Ilmu Kebal dan Tak Mempan Disuntik
Selasa, 02 Juli 2024 - 14:59 WIB
loading...
A
A
A
Karena itulah, ia diyakini merupakan keturunan langsung Banteng Wareng, salah seorang panglima perang pasukan Pangeran Diponegoro.
Letnan Komarudin menjadi tokoh militer yang sangat dikenal atas insiden salah tanggal dalam serangan 1 Maret 1949. Pada saat itu, Letnan Komarudin dan pasukannya ini sempat mengejutkan tidak hanya pasukan Belanda namun juga ABRI.
Baca juga: Kisah Kolonel Sentot, Pemimpin Pasukan Setan yang Ditakuti Belanda karena Kebal Peluru
Disebutkan jika Letnan Suegiyono yang berada di dekat posisi pleton Komarudin segera mengetahui dan menyelidiki insiden yang terjadi. Letnan Gideon dan Sersan Soegeng lantas berhasil menemui Letnan Komarudin dan memberitahu bahwa hari itu bukan tanggal 1 Maret melainkan 28 Februari.
Komarudin yang terkejut atas kabar itu lantas memerintahkan pasukannya untuk mundur. Untungnya serangan yang dilakukan itu tidak membuat Belanda meningkatkan kekuatannya di Yogyakarta.
Setelah kematian Jenderal Soedirman, karier militer Komarudin meredup akibat tuduhan keterlibatan dengan gerakan DI/TII. Meskipun tuduhan tersebut tidak terbukti, karirnya tidak kembali bersinar.
2. Pernah Salah Tanggal Menyerang
Letnan Komarudin menjadi tokoh militer yang sangat dikenal atas insiden salah tanggal dalam serangan 1 Maret 1949. Pada saat itu, Letnan Komarudin dan pasukannya ini sempat mengejutkan tidak hanya pasukan Belanda namun juga ABRI.
Baca juga: Kisah Kolonel Sentot, Pemimpin Pasukan Setan yang Ditakuti Belanda karena Kebal Peluru
Disebutkan jika Letnan Suegiyono yang berada di dekat posisi pleton Komarudin segera mengetahui dan menyelidiki insiden yang terjadi. Letnan Gideon dan Sersan Soegeng lantas berhasil menemui Letnan Komarudin dan memberitahu bahwa hari itu bukan tanggal 1 Maret melainkan 28 Februari.
Komarudin yang terkejut atas kabar itu lantas memerintahkan pasukannya untuk mundur. Untungnya serangan yang dilakukan itu tidak membuat Belanda meningkatkan kekuatannya di Yogyakarta.
3. Pernah Dituding Ikut DI/TII
Setelah kematian Jenderal Soedirman, karier militer Komarudin meredup akibat tuduhan keterlibatan dengan gerakan DI/TII. Meskipun tuduhan tersebut tidak terbukti, karirnya tidak kembali bersinar.
Lihat Juga :