Lagi, Banjir Rob Rendam Ribuan Rumah di Belawan
Sabtu, 22 Agustus 2020 - 10:00 WIB
loading...
Sejumlah anak-anak tidak dapat belajar daring, karena rumahnya terendam banjir rob di Belawan, Medan, Sumatera Utara. (Foto: INews/Yuda Bahar)
A
A
A
MEDAN - Ribuan pemukiman penduduk di Jalan Pelabuhan Raya, Kecamatan Medan Belawan , Sumatera Utara, terendam banjir rob yang diakibatkan pasangnya air laut. Sejumlah kendaraan roda dua dan empat mogok terjebak air yang mencapai 60 cm, Jumat kemarin (20/8/2020).
Nur Aspiaii warga Jalan Pelabuhan Raya mengatakan, sejak awal Agustus banjir rob sudah dua kali mengakibatkan warga sulit berkativitas mencari nafkah. Selain merusak perabotan rumah tangga, Nur Aspiati dan keluarga terpaksa mengungsi ke masjid. BACA JUGA : Pabrik Pengalengan Ikan Terbakar
"Kondisi seperti ini sudah seperti langganan. Seharusnya pemerintah sudah bisa memperbaiki kawasan ini sehingga tidak lagi menjadi tempat langganan banjir," kata Nur Aspiati, kecewa.
Pantauan media di lapangan, sebagian besar penduduk yang rumahnya terendam air setiap malam mengungsi ke masjid yang bangunannya lebih tinggi. Disiang hari warga nongkrong di depan rumah, sembari menyelamatkan barang-barang berharga yang basah tergenang air. BACA JUGA : Bupati dan TP PKK Batubara Lirik Potensi Batik Ecoprint
Yang lebih mengkhawatirkan kesehatan anak-anak yang memanfaatkan situasi untu bermain air dan tidak bisa belajar daring di tengah pandemi COVID-19 karena rumahnya terendam air yang tidak tau kapan berakhir.
Nur Aspiaii warga Jalan Pelabuhan Raya mengatakan, sejak awal Agustus banjir rob sudah dua kali mengakibatkan warga sulit berkativitas mencari nafkah. Selain merusak perabotan rumah tangga, Nur Aspiati dan keluarga terpaksa mengungsi ke masjid. BACA JUGA : Pabrik Pengalengan Ikan Terbakar
"Kondisi seperti ini sudah seperti langganan. Seharusnya pemerintah sudah bisa memperbaiki kawasan ini sehingga tidak lagi menjadi tempat langganan banjir," kata Nur Aspiati, kecewa.
Pantauan media di lapangan, sebagian besar penduduk yang rumahnya terendam air setiap malam mengungsi ke masjid yang bangunannya lebih tinggi. Disiang hari warga nongkrong di depan rumah, sembari menyelamatkan barang-barang berharga yang basah tergenang air. BACA JUGA : Bupati dan TP PKK Batubara Lirik Potensi Batik Ecoprint
Yang lebih mengkhawatirkan kesehatan anak-anak yang memanfaatkan situasi untu bermain air dan tidak bisa belajar daring di tengah pandemi COVID-19 karena rumahnya terendam air yang tidak tau kapan berakhir.
(zai)
Lihat Juga :