alexametrics

Polri Gencar Kampanyekan Anti Hoaks di Papua

loading...
Polri Gencar Kampanyekan Anti Hoaks di Papua
Devisi Humas Mabes Polri bersama Jajaran Polda Papua gencar kampanyekan anti Hoax kepada jajaran dan warga masyarakat di Papua. Foto/SINDOnews/Edy Siswanto
A+ A-
JAYAPURA - Devisi Humas Mabes Polri bersama Jajaran Polda Papua gencar kampanyekan anti Hoax kepada jajaran dan warga masyarakat di Papua.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A.M Kamal saat menggelar sosialisasi anti Hoaks di Jayapura mengatakan, jika hal ini dilakukan untuk menangkal beredarnya berita menyesatkan dikalangan masyarakat saat ini.

"Kegiatan ini selain untuk anggota Kepolisian jajaran Polda Papua, namun juga untuk kalangan masyarakat. Harapannya semua elemen bisa menyaring semua pemberitaan baik di media sosial maupun lainnya, kaitannya dengan Hoaks. Termasuk mendukung kinerja kepolisian,"ungkap Kamal, Rabu (15/5/2019).



Ditegaskan, pihaknya juga mensosialisasikan terkait UU ITE yang bisa menjerat para penyebar Hoaks, termasuk juga media sosial yang menyebarkan konten Hoaks atau provokasi.

"Maka tugas- tugas kami dari aparat kepolisian memberikan pencerahan kepada masyarakat atas informasi yang benar, media juga mempunyai peran penting untuk itu. Kami tegaskan penegakan hukum akan dilakukan pada penyebar Hoaks, UU ITE berlaku,"tegasnya.

Terkait hal ini juga terus ditekankan kepada anggota Kepolisian. Pihaknya meminta anggota Kepolisian untuk lebih peka atas semua informasi yang beredar.

"Tidak serta merta informasi yang didapat itu bisa di Share, harus di filter lebih dahulu. Ada yang bisa ada pula yang tidak. Anggota harus lebih peka,"pungkasnya.

Untuk Hari ini pembekalan terkait media online dan pemberitaan Hoaks diperuntukkan bagi Anggota Kepolisian, sementara esok rencana kegiatan akan dihadiri tokoh masyarakat, mahasiswa dan insan pers se Kota Jayapura.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak