Kisah Cinta Ratu Shima dan Kartikeyasingha Lahirkan Dinasti Sanjaya dan Mataram
Kamis, 27 Juni 2024 - 07:27 WIB
loading...
A
A
A
Lambang-lambang keeratan hubungan antara manusia dengan dewa-dewa Hindu aliran Siwa. Sementara, Prasasti Sojomerto yang ditemukan di Sojomerto, Reban, Batang, Jawa Tengah menunjukkan sifat keagamaan Siwais.
Kedua prasasti ini menunjukkan masyarakat Kalingga era pemerintahan Kartikeyasingha beragama Hindu, namun menurut Berita Cina bahwa masyarakat Kalingga beragama Buddha.
Baca Juga: Kisah Letnan Komarudin, Prajurit Legendaris TNI Kebal Peluru dan Suntikan
Pendapat Berita Cina tersebut berdasarkan kisah bahwa pendeta Buddha dari Cina yang bernama Hwi-ning datang ke Kalingga pada tahun 644.
Maksud kedatangan pendeta Hwi-ning tersebut untuk menerjemahkan salah satu kitab suci agama Buddha Hinayana, yang berbahasa Sanskerta ke dalam Bahasa Cina. Usaha penerjemahan itu dibantu oleh pendeta Kalingga yang bernama Janabadra.
Sewaktu menjadi raja, Kartikeyasingha yang menjalin hubungan dengan Cina tersebut memiliki permaisuri bernama Ratu Jay Shima, putri dari seorang pendeta dari wilayah Kerajaan Melayu.
Kedua prasasti ini menunjukkan masyarakat Kalingga era pemerintahan Kartikeyasingha beragama Hindu, namun menurut Berita Cina bahwa masyarakat Kalingga beragama Buddha.
Baca Juga: Kisah Letnan Komarudin, Prajurit Legendaris TNI Kebal Peluru dan Suntikan
Pendapat Berita Cina tersebut berdasarkan kisah bahwa pendeta Buddha dari Cina yang bernama Hwi-ning datang ke Kalingga pada tahun 644.
Maksud kedatangan pendeta Hwi-ning tersebut untuk menerjemahkan salah satu kitab suci agama Buddha Hinayana, yang berbahasa Sanskerta ke dalam Bahasa Cina. Usaha penerjemahan itu dibantu oleh pendeta Kalingga yang bernama Janabadra.
Sewaktu menjadi raja, Kartikeyasingha yang menjalin hubungan dengan Cina tersebut memiliki permaisuri bernama Ratu Jay Shima, putri dari seorang pendeta dari wilayah Kerajaan Melayu.
Lihat Juga :