Kisah Letnan Komarudin, Prajurit Legendaris TNI Kebal Peluru dan Suntikan

Kamis, 27 Juni 2024 - 06:15 WIB
loading...
Kisah Letnan Komarudin,...
Letnan Komarudin, prajurit TNI yang legendaris karena kemampuannya yang luar biasa dikenal kebal peluru dan suntikan. Foto/Istimewa
A A A
Letnan Komarudin adalah seorang prajurit TNI yang legendaris karena kemampuannya yang luar biasa dikenal kebal peluru dan suntikan. Dia adalah tentara kebanggaan Indonesia yang memiliki kemampuan di luar nalar.

Komarudin menjadi terkenal ketika pasukannya berlindung di balik tubuhnya yang kebal peluru saat diberondong peluru oleh tentara Belanda. Keberanian dan kekebalan Komarudin membuatnya menjadi sosok yang dihormati dan diandalkan oleh banyak prajurit.

Komarudin memiliki peran penting dalam Serangan Umum 1 Maret 1949. Meski terjadi kesalahan tanggal, di mana serangan dilakukan sehari lebih awal, keberanian Komarudin dan pasukannya dalam menyerang tangsi Belanda menjadi salah satu alasan mengapa Belanda lengah.

Baca Juga: Kisah Sultan Agung Selaraskan Penanggalan Kalender Jawa dan Islam di Mataram

Serangan ini menunjukkan keberanian dan strategi yang berani dari Komarudin dan pasukannya. Dikutip dari berbagai sumber, Komarudin bernama asli Eli Yakim Teniwut, lahir di Desa Ohoidertutu, Maluku Tenggara.

Dia merupakan keturunan ulama sakti, Kiai Abdur Rahman (Mbah Tanjung), dan panglima perang Pangeran Diponegoro, Bantengwareng. Latar belakang ini membuat banyak orang percaya bahwa kekebalan Komarudin terhadap senjata adalah warisan dari leluhurnya.

Komarudin sering memimpin serangan yang mengguncang pertahanan Belanda di Yogyakarta. Kekebalannya terhadap peluru membuat dia dan pasukannya bisa mengatasi sergapan Belanda tanpa terluka.

Keberanian dan ketenangan Komarudin dalam menghadapi musuh menjadikannya sosok yang ditakuti oleh tentara Belanda. Setelah kematian Jenderal Soedirman, karier militer Komarudin meredup akibat tuduhan keterlibatan dengan gerakan DI/TII.

Baca Juga: Kisah Misteri Awan Hitam di Atas Kediaman SBY

Meskipun tuduhan tersebut tidak terbukti, karirnya tidak kembali bersinar. Namun, nama baiknya kemudian direhabilitasi.Setelah mundur dari militer, Komarudin hidup sebagai preman yang disegani di Kotagede dan kemudian di Jakarta.

Dia dikenal sebagai preman yang baik hati dan tetap kebal terhadap senjata api. Keberadaannya di Jakarta diduga diketahui oleh Presiden Soeharto yang memberikan jatah beras bulanan kepada Komarudin.

Pada tahun 1972, Komarudin kembali ke Kotagede dan tak lama kemudian jatuh sakit. Meski dirawat, kekebalannya membuat suntikan tidak mempan padanya. Komarudin mengembuskan napas terakhirnya pada tahun 1973 dan dimakamkan secara militer di Yogyakarta.

Namanya tetap dikenang, salah satunya dengan Masjid Al Komarudin di Sleman. Ada versi lain yang menyebutkan bahwa setelah mundur dari militer, Komarudin kembali ke desa kelahirannya di Maluku Tenggara bersama istrinya.

Dia menolak ajakan mantan presiden Soeharto untuk kembali ke Jakarta dan lebih memilih menghabiskan sisa hidupnya di desa. Letnan Komarudin adalah contoh nyata keberanian, dedikasi, dan kekuatan yang luar biasa.

Kisahnya akan selalu menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan Indonesia.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Meritokrasi di TNI,...
Meritokrasi di TNI, Kapuspen: Jabatan Tak Ditentukan seperti Urut Kacang Tapi Kompetensi
Kunjungi Yonif TP 861,...
Kunjungi Yonif TP 861, Sjafrie Minta Prajurit TNI Jaga Hubungan Baik dengan Warga Papua
Menhan Targetkan 2026...
Menhan Targetkan 2026 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan Ada di Seluruh Kabupaten di Jawa
Rekomendasi
Apindo: DSI Bisa Perkuat...
Apindo: DSI Bisa Perkuat Tata Kelola Ekspor Tanpa Menambah Beban Dunia Usaha
Kinerja Keuangan Impresif,...
Kinerja Keuangan Impresif, MNC Kapital Rombak Direksi dan Bidik Penambahan Modal
FIFA Hukum Assim Madibo...
FIFA Hukum Assim Madibo 5 Laga Usai Patahkan Kaki Gelandang Kanada
Berita Terkini
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
Homedoki Umumkan Pemenang...
Homedoki Umumkan Pemenang Umrah, Perjalanan ke Tanah Suci Agustus 2026
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Gus Falah: Ancaman Serius terhadap Supremasi Hukum
Kekeringan Meluas, BNPB...
Kekeringan Meluas, BNPB Laporkan Ribuan Warga Terdampak
Presiden Prabowo Berikan...
Presiden Prabowo Berikan Bantuan Alat Drumben untuk SDN Tegalega Sukabumi
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved