Kisah Sultan Agung Selaraskan Penanggalan Kalender Jawa dan Islam di Mataram
Kamis, 27 Juni 2024 - 05:52 WIB
loading...
Raja Mataram Islam ke-3 Sultan Agung. Foto/SINDOnews
A
A
A
Sultan Agung mengantarkan Kerajaan Mataram Islam ke puncak kejayaan. Di masa Sultan Agung, Mataram berkembang menjadi kerajaan besar di Pulau Jawa. Bahkan wilayah kekuasaan Mataram mulai meluas hingga sisi timur Pulau Jawa.
Sosok Sultan Agung sendiri merupakan pengganti Pangeran Hanyakrawati. Ia merupakan raja ketiga dari Kesultanan Mataram, dengan nama lengkap Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrokusumo.
Sosok Sultan Agung mengantarkan Kerajaan Mataram menjadi kerajaan yang besar di Pulau Jawa. Sultan Agung memerintah sebagai raja ketiga setelah Panembahan Senopati dan Pangeran Hanyakrowati.
Bernama lengkap memerintah sebagai raja ketiga di Mataram.
Baca Juga: 4 Fakta Raja Mulawarman, Raja yang Membawa Kemajuan untuk Kerajaan Kutai
Di bawah pemerintahan Sultan Agung inilah kalender Jawa Islam konon mulai digunakan. Kalender Jawa itu diciptakan memadukan antara kalender Hijriyah Islam, yang dipakai masyarakat pesisir utara dengan kalender saka yang dipakai masyarakat pedalaman.
Hasilnya terciptalah Kalender Jawa Islam, yang mempersatukan rakyat Mataram. Memang saat itu wilayah Mataram ada yang berada di pesisir dan pedalaman, yang masih kental dengan budaya Hindu-Buddhanya.
Sosok Sultan Agung sendiri merupakan pengganti Pangeran Hanyakrawati. Ia merupakan raja ketiga dari Kesultanan Mataram, dengan nama lengkap Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrokusumo.
Sosok Sultan Agung mengantarkan Kerajaan Mataram menjadi kerajaan yang besar di Pulau Jawa. Sultan Agung memerintah sebagai raja ketiga setelah Panembahan Senopati dan Pangeran Hanyakrowati.
Bernama lengkap memerintah sebagai raja ketiga di Mataram.
Baca Juga: 4 Fakta Raja Mulawarman, Raja yang Membawa Kemajuan untuk Kerajaan Kutai
Di bawah pemerintahan Sultan Agung inilah kalender Jawa Islam konon mulai digunakan. Kalender Jawa itu diciptakan memadukan antara kalender Hijriyah Islam, yang dipakai masyarakat pesisir utara dengan kalender saka yang dipakai masyarakat pedalaman.
Hasilnya terciptalah Kalender Jawa Islam, yang mempersatukan rakyat Mataram. Memang saat itu wilayah Mataram ada yang berada di pesisir dan pedalaman, yang masih kental dengan budaya Hindu-Buddhanya.
Lihat Juga :