Makna Ridwan Kamil Tiup Lilin dan Potong Kue HUT Ke-497 Jakarta versi Relawan Pendukung
Senin, 24 Juni 2024 - 08:58 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini, RK telah memiliki koordinator di lima kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu. Setelah konsolidasi ini, organisasi tersebut akan dilengkapi dengan mengangkat koordinator tingkat kecamatan dan kelurahan.
Selain struktur pengembangan teritorial, RK juga akan membentuk organisasi untuk komunitas-komunitas spesifik seperti perempuan, milenial dan Gen Z, buruh, disabilitas, lansia, pendidikan, serta pelaku UMKM dan industri kreatif.
Ridwan Kamil dalam kesempatan tersebut membagikan pandangan-pandangannya mengenai Jakarta, Indonesia, dan dunia ke depan. Karena, apa yang terjadi di Jakarta tidak terlepas dari apa yang terjadi di tingkat nasional dan global.
“Jakarta butuh perubahan. Dengan anggaran yang begitu besar, sekitar Rp80 triliun untuk melayani penduduk sekitar 11 juta, ditambah sekitar 1,3 juta warga Botabek (Bogor, Tangerang, dan Bekasi) yang commuting setiap hari, harusnya ada gagasan-gagasan kelas dunia yang terwujud di kota ini. Sayang sekali jika Jakarta dengan potensi yang demikian besar dikelola secara business as usual,” ujar mantan Gubernur Jabar itu.
Tantangan mengelola Jakarta adalah tetap menjaganya menjadi kota humanis di tengah segala kemajuan dan dinamika. “Di kota sebesar Jakarta seperti juga di New York, London atau Beijing, semua ada. Dari konglomerat sampai orang miskin, teknologi tinggi sampai rumah kumuh," tuturnya.
Selain struktur pengembangan teritorial, RK juga akan membentuk organisasi untuk komunitas-komunitas spesifik seperti perempuan, milenial dan Gen Z, buruh, disabilitas, lansia, pendidikan, serta pelaku UMKM dan industri kreatif.
Ridwan Kamil dalam kesempatan tersebut membagikan pandangan-pandangannya mengenai Jakarta, Indonesia, dan dunia ke depan. Karena, apa yang terjadi di Jakarta tidak terlepas dari apa yang terjadi di tingkat nasional dan global.
“Jakarta butuh perubahan. Dengan anggaran yang begitu besar, sekitar Rp80 triliun untuk melayani penduduk sekitar 11 juta, ditambah sekitar 1,3 juta warga Botabek (Bogor, Tangerang, dan Bekasi) yang commuting setiap hari, harusnya ada gagasan-gagasan kelas dunia yang terwujud di kota ini. Sayang sekali jika Jakarta dengan potensi yang demikian besar dikelola secara business as usual,” ujar mantan Gubernur Jabar itu.
Tantangan mengelola Jakarta adalah tetap menjaganya menjadi kota humanis di tengah segala kemajuan dan dinamika. “Di kota sebesar Jakarta seperti juga di New York, London atau Beijing, semua ada. Dari konglomerat sampai orang miskin, teknologi tinggi sampai rumah kumuh," tuturnya.
Lihat Juga :