Lewat OPOP, Pesantren Tingkatkan Daya Saing Ekonomi Nasional

Jum'at, 03 Mei 2019 - 16:07 WIB
Lewat OPOP, Pesantren...
Lewat OPOP, Pesantren Tingkatkan Daya Saing Ekonomi Nasional
A A A
TASIKMALAYA - Pesantren yang berjumlah ribuan dan tersebar di berbagai daerah memiliki peran penting dalam membangun Indonesia. Sumber daya manusianya yang handal menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing dan perdagangan nasional.

Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Soetrisno Bachir berharap pesanten terus berbenah dan meningkatkan perannya demi kemaslahatan umat.

"Jumlah pesantren saat ini sekitar 22.000 dengan jumlah santrinya sekitar 4 juta. Ini modal dalam pembangunan termasuk di bidang industri dan perdagangan," kata Soetrisno ketika menjadi pembicara dalam dialog bertajuk "Strategi Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Pesantren di Tasikmalaya", Jumat (3/5/2019).

Di Ponpes Raudlatul Mutta'alimin, Tasikmalaya, Jawa Barat yang diasuh KH Ate Musodik Bahrum, Soetrisno menuturkan, peran penting pesantren sebagai lembaga pendidikan adalah memperkuat keterampilan santri sebagai tenaga profesional, berakhlak baik dan memiliki kompetensi. Dengan demikian, pesantren mampu berperan untuk memajukan ekonomi nasional dan meningkatkan daya saing.

Lalu, pesantren juga dituntut mampu mengolah komoditas potensial di sekitarnya agar punya nilai tambah dan menjadikannya sebagai pusat keunggulan ekonomi lokal. Soetrisno mendukung konsep "One Pesantren One Product" (OPOP) dengan menciptakan nilai tambah komoditas lokal sebagai peningkatan daya saing ekonomi lokal.

Oleh karena itu, kata Soetrisno, daya saing menjadi kata kunci untuk mendukung pemerintah di sektor perdagangan. Apalagi itu disebut sebagai salah satu faktor untuk mengatasi defisit transaksi perdagangan. Lewat konsep OPOP itu, pesantren bisa mengambil peran untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional dan bisa menghasilkan devisa.

Dikatakan Soetrisno, di samping itu, pesantren juga bisa memperkuat produk lokal untuk konsumsi dalam negeri sebagai pengganti impor. "Produk-produk lokal Tasikmalaya seperti konveksi, bordir, dan produk hortikultura bisa ditingkatkan daya saingnya sehingga bisa masuk pasar ekspor untuk menambah devisa. Juga mampu menggantikan produk impor," kata Soetrisno.
(amm)
Berita Terkait
Dana Abadi Mendorong...
Dana Abadi Mendorong Peran Kekinian Pondok Pesantren
Deretan Tokoh Bangsa...
Deretan Tokoh Bangsa Lulusan Pesantren, Ada Gus Dur hingga Haedar Nashir
Diakui sebagai Pendidikan...
Diakui sebagai Pendidikan Formal, Penjaminan Mutu Pesantren Harus Diberlakukan
Inilah 6 Rekomendasi...
Inilah 6 Rekomendasi Pondok Pesantren Modern di Lampung
5 Pesantren Modern Terbaik...
5 Pesantren Modern Terbaik di Indonesia, Ini Daftarnya
Ponpes Nurul Ummahat,...
Ponpes Nurul Ummahat, Ajarkan Keberagaman, Hafal Alquran, dan Berprestasi di Kampus
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
5 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
10 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
10 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
10 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
10 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
11 jam yang lalu
Infografis
15 Jurusan UI yang Sepi...
15 Jurusan UI yang Sepi Peminat, Referensi Tingkatkan Peluang Lolos SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved