Tipu Daya VOC Belanda Kuras Ribuan Benda Pusaka Harta Karun Mataram

Sabtu, 22 Juni 2024 - 06:05 WIB
loading...
Tipu Daya VOC Belanda...
Kisah perlawanan Raja Mataram Sunan Amangkurat III bersama keturunan Untung Suropati terhadap VOC Belanda. Foto/SINDOnews
A A A
VOC Belanda menggunakan taktik cerdik mengakhiri perlawanan Raja Mataram Sultan Amangkurat III dan mengambil benda pusaka berharga milik kerajaan. Sunan Amangkurat bersama keturunan Untung Surapati melakukan perlawanan sengit terhadap VOC.

Perang tidak hanya melawan VOC, tetapi Sunan Amangkurat III yang tengah bermusuhan dengan Sunan Pakubuwana I dari Kartasura. Ketegangan ini membuat Amangkurat menjadi buruan bagi Kartasura yang mendapat dukungan pasukan VOC, Sampang, dan Surabaya.

Pasukan sisa Untung Surapati di bawah panji Pasuruhan, yang dipimpin Adipati Suradilaga, salah satu putra Untung Surapati, masih membantu Sultan Amangkurat III dalam perang melawan Sunan Pakubuwana, yang masih merupakan saudara sendiri.

Baca Juga: Ketiadaan Armada Maritim Bikin Mataram Gagal Kuasai Pesisir Timur Jawa

“Pemberian dukungan ini membuat pasukan Pasuruhan sepeninggal Untung Surapati harus diburu empat pasukan sekaligus,” demikian dikutip dari buku “Untung Surapati: Melawan VOC Sampai Mati” karya Sri Wintala Achmad.

Desakan serangan bertubi-tubi membuat pasukan Sunan Amangkurat III melarikan diri ke Malang. Mereka bersembunyi bersama tiga putra Untung Surapati, yaitu Adipati Suradilaga, Raden Tirtanata, dan Raden Surapati.

Di Malang, mereka diserang oleh Pangeran Purbaya yang telah dinobatkan sebagai adipati di Blitar. Pangeran Purbaya datang ke Malang dengan tujuan menangkap Sunan Amangkurat III dan meminta kembali pusaka Kartasura.

Pertempuran sengit antara pasukan Kartasura dan pasukan Pasuruhan terjadi di Malang. Kubu Pasuruhan akhirnya kalah, dengan banyak panglima mereka tewas di medan perang.

Baca Juga: Amukan Gunung Kelud Lenyapkan Bangunan Megah Keraton Majapahit

Di antaranya Ngabehi Lor, Ngabehi Kidul, Bunjaladriya, Bunjalapinatya, Bunjalalodra Demang Lempung, Arya Jayaningrat, Ranggajaladri, Lembugadrug, Lembugiye, Lembuwanasrengga, dan Ki Lembupothapathi.

Kekalahan ini memaksa tiga putra Untung Surapati mundur dari medan perang. Sunan Amangkurat III yang mendengar kekalahan pasukan dan mundurnya putra-putra Untung Surapati, mengungsi ke puncak Bukit Dungul bersama pasukannya.

Kekalahan di Malang menandakan bahwa Amangkurat III tidak memiliki kekuatan lagi. Pasukan Pasuruhan yang diharapkan dapat melindunginya dari serangan Kartasura telah hancur lebur. Akhirnya, Amangkurat III meminta pengikutnya untuk menyerah kepada Kartasura dan VOC.

Amangkurat III mengirim surat kepada VOC untuk menyatakan penyerahannya. VOC kemudian menjanjikan bahwa ia akan diangkat kembali sebagai raja di Kartasura. Namun, VOC ternyata memiliki rencana lain.

Tak lama setelah itu, Adipati Blitar, utusan Sunan Pakubuwana, datang ke Bukit Dungul untuk meminta seluruh pusaka Kasunanan Kartasura dari Amangkurat III. Pusaka-pusaka tersebut termasuk baju Kiai Gondil, keris Kiai Balabar, dan bende Kiai Becak.

Amangkurat III berjanji akan mengembalikan pusaka-pusaka itu jika ia kembali ke Kartasura. Usai pertemuan dengan Adipati Blitar, Amangkurat III pergi menghadap pimpinan VOC di Surabaya.

Namun, di Surabaya, ia menyadari bahwa ia telah ditipu. Alih-alih dibawa ke Semarang untuk dijadikan raja lagi, ia ditangkap dan dibawa ke penjara di Batavia.

Di penjara Batavia, Amangkurat III menghabiskan waktu sebelum akhirnya dibawa ke Srilanka bersama seluruh pusaka Kasunanan Kartasura yang 'diambil' VOC.

Sunan Amangkurat III menghabiskan sisa hidupnya di Srilanka dan meninggal pada 1734 Masehi. Di sisi lain, keturunan Untung Surapati melarikan diri ke hutan belantara untuk menghindari pengejaran pasukan lawan.

Peristiwa ini menandakan berakhirnya kekuasaan Untung Surapati dan putra-putranya di Pasuruhan secara tragis.

Dengan tipu daya yang licik, VOC tidak hanya mengakhiri perlawanan Amangkurat III tetapi juga berhasil menguras ribuan benda pusaka harta karun Mataram, meninggalkan jejak sejarah yang kelam dalam perjuangan melawan penjajahan.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
3 Pedang Bersejarah...
3 Pedang Bersejarah Sakti Mandraguna, Ada yang Seharga Rp27 Miliar
4 Artis Indonesia Koleksi...
4 Artis Indonesia Koleksi Benda Pusaka, Nomor 2 Punya Popok Wewe untuk Menghilang
Kisah Mistik Sultan...
Kisah Mistik Sultan Agung Taklukkan Mekkah
Rekomendasi
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Berita Terkini
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved