alexametrics

Lagi, Petugas KPPS di Riau Meninggal Dunia

loading...
Lagi, Petugas KPPS di Riau Meninggal Dunia
Hazairin, Ketua KPPS 029 Kota Pekanbaru saat dirawat di rumah sakit. Beliau mengembuskan npas terakhir tadi malam. Foto/Istimewa
A+ A-
PEKANBARU - Kabar duka kembali menyelimuti keluarga petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Pekanbaru, Riau. Hazairin yang merupakan petugas KPPS 029 Keluarahan Delima Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru mengembuskan napas terakhir setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit.

"Beliau mengembuskan napas terakhir tadi malam. Hari ini prosesi penguburannya," kata Komisioner KPU Kota Pekanbaru, Arya Ghuna Saputra, Selasa (30/4/2019). (Baca Juga: Jumlah Anggota KPPS yang Meninggal Dunia Terus Bertambah)

Saat pemungutan Pilpres, Hazairin merupakan Ketua KPPS 029. Almarhum sempat bertugas di TPS 029 selama seharian pada 17-18 April 2019. Padahal kondisinya tidak memungkinkan.



Arya mengatakan, Haizarin memiliki riwayat sakit ginjal dan asam urat. Tim dokter sempat menasehatinya agar istirahat, namun tidak dihiraukan. Almarhum saat ini mengaku jika tidak kerja, takut tidak terlaksana pencoblosan, apalagi dia merupakan Ketua KPPS.
Lagi, Petugas KPPS di Riau Meninggal Dunia

"Satu hari jelang pemilihan, dia minta pulang karena harus bertugas sebagai KPPS. Dokter sempat melarang, namun beliau bersikeras karena khawatir pemilihan bisa tidak terlaksana. Ia sempat bertugas dari pagi sampai pagi berikutnya. Dua hari setelah pencoblosan, sakitnya kambuh," imbuhnya.

Setelah itu, korban pergi ke apotek untuk membeli obat. Namun dalam perjalanan, Hazairin terjatuh dari motor dan mengalami patah kaki. Korban pun dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

"Namun karena korban belum bisa dioperasi, kondisinya semakin menurun dan akhirnya tadi malam korban mengembuskan napas terakhirnya," imbuhnya.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak