alexametrics

Ini Motif Pembunuhan 2 Mayat Dalam Karung di Pandeglang

loading...
Ini Motif Pembunuhan 2 Mayat Dalam Karung di Pandeglang
Polres Pandeglang, Banten, berhasil mengamankan dua pelaku pembunuhan mayat dalam karung. Foto/Rasyid Ridho
A+ A-
PANDEGLANG - Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono mengungkap motif kasus pembunuhan dua mayat dalam karung. Dari keterangan polisi, para pelaku ingin menguasai kapal speadboot milik korban.

"Motifnya adalah ekonomi, ada dugaan kami sampai saat ini ekonomi terkait kepemilikan kapal speadboot dan ada barang-barang lain yang diinginkan pelaku," kata AKBP Indra di Mapolres Pandeglang, Banten, kepada wartawan, Senin (15/4/2019). (Baca Juga: Dua Pelaku Pembuang Mayat ke Laut Dibekuk Polisi)

Dia mengungkapkan, speadboot yang ingin dikuasai sempat membawa dua mayat dalam karung untuk dibuang di tengah laut oleh nahkoda kapal inisial B dan anak buah kapal S.



B dan S diperintahkan oleh empat orang yang masih dalam pengejaran untuk membuang kedua mayat ke tengah laut setelah menghabisi nyawa keduanya di daratan. "Kedua pelaku yang sudah ditangkap hanya menerima paket mayat atas nama ini, dan mereka membuang," ujarnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, kasus penemuan mayat dalam karung merupakan pembunuhan berencana. "Kita tetapkan ini pembunuhan berencana. Mereka rencanakan pembunuhan dari awal. Mereka melakukan pertemuan di daerah Binuangen sebelum membunuh," ungkapnya.

Polisi Buru 4 Pelaku Lainnya
Setelah membekuk dua pelaku pembuang mayat dalam karung di Pandeglang. Kini polisi melakukan pengejaran terhadap empat pelaku lainnya yang diduga terlibat.

"Masih ada empat orang lagi yang masih kita buru, dan sudah diketahui identitasnya," kata AKBP Indra.

Selain kedua pelaku B dan S yang sudah dibekuk karena membantu membuang dua mayat dalam karung di perairan Kabupaten Pandeglang. Polisi juga sudah mengantongi identitas dua pelaku laiunnya T dan M dan dua lainnya masih kita dalami.

"Mereka ikut dari awal melakukan pertemuan di Binuangan (Pandeglang) kedua korban dan enam orang termasuk kedua pelaku B dan S," jelasnya.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak