Kawasan Bogor, Tangerang, dan Bekasi Favorit Milenial Beli Rumah Pertama
Rabu, 12 Juni 2024 - 20:36 WIB
loading...
A
A
A
Temuan Pinhome mengungkapkan bagaimana milenial mendominasi pasar properti. Milenial memilih rumah dengan harga menengah ke bawah (Rp200-Rp600 juta) yang menjadi pilihan utama dengan tipe 36 sebagai yang paling diminati. Bogor, Tangerang, dan Bekasi menjadi lokasi favorit bagi milenial untuk membeli rumah.
Pemilu 2024 dan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) menjadi dua faktor utama yang membentuk lanskap pasar properti pada kuartal pertama. Pemilu memicu sikap hati-hati di kalangan pembeli properti mewah, sementara minat terhadap rumah terjangkau tetap tinggi.
Hal ini mencerminkan kebutuhan masyarakat akan hunian yang sesuai dengan kemampuan finansial mereka di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi. Termasuk permintaan rumah mewah selama pemilu yang terlihat melambat dibandingkan dengan segmen rumah terjangkau mengindikasikan sikap 'wait and see' dari pembeli rumah mewah.
Sementara, di luar Jakarta pembangunan IKN membuat Samarinda dan Balikpapan mengalami peningkatan minat yang signifikan, masing-masing lebih dari 20 kali lipat dan 4 kali lipat, menunjukkan potensi pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sedangkan, insentif bebas PPN mendorong percepatan keputusan beli rumah hingga 25%. Tenggat waktu kebijakan ini juga menjadi pertimbangan penting bagi pembeli. Begitu pun dengan kenaikan kenaikan suku bunga berdampak pada pasar sewa.
Pemilu 2024 dan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) menjadi dua faktor utama yang membentuk lanskap pasar properti pada kuartal pertama. Pemilu memicu sikap hati-hati di kalangan pembeli properti mewah, sementara minat terhadap rumah terjangkau tetap tinggi.
Hal ini mencerminkan kebutuhan masyarakat akan hunian yang sesuai dengan kemampuan finansial mereka di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi. Termasuk permintaan rumah mewah selama pemilu yang terlihat melambat dibandingkan dengan segmen rumah terjangkau mengindikasikan sikap 'wait and see' dari pembeli rumah mewah.
Sementara, di luar Jakarta pembangunan IKN membuat Samarinda dan Balikpapan mengalami peningkatan minat yang signifikan, masing-masing lebih dari 20 kali lipat dan 4 kali lipat, menunjukkan potensi pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sedangkan, insentif bebas PPN mendorong percepatan keputusan beli rumah hingga 25%. Tenggat waktu kebijakan ini juga menjadi pertimbangan penting bagi pembeli. Begitu pun dengan kenaikan kenaikan suku bunga berdampak pada pasar sewa.
Lihat Juga :