Orang Tua Siswi yang Olok-olok Anak Palestina Tidak Hadir, Disdik Jakarta Wakili Minta Maaf
Rabu, 12 Juni 2024 - 13:07 WIB
loading...
Disdik DKI Jakarta meminta maaf atas tindakan siswi yang mengolok-olok anak Palestina saat makan sebuah restoran cepat saji. FOTO/MPI/CARLOS ROY FAJARTA
A
A
A
JAKARTA - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta meminta maaf atas tindakan pelajar yang mengolok-olok anak Palestina saat makan sebuah restoran cepat saji. Olok-olok itu direkam dan viral di media sosial.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Budi Awaluddin mengatakan, hari ini pihaknya berkoordinasi dan rapat bersama dengan kepolisian dari Mabes Polri dan Polda, Kementerian Agama, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Kesbangpol, Dinas PPAPP, dan kepala sekolah. Namun Dinas Pendidikan DKI Jakarta tidak bisa menghadirkan orang tua murid. Selain itu, para pelajar yang mengolok-olok anak Palestina tidak dihadirkan karena statusnya masih di bawah umur.
"Kami mengambil sikap, kami atas nama orang tua siswa yang terkait video yang viral kemarin, dan atas nama siswa-siswa memohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian video yang viral dan menyinggung masyarakat Indonesia," kata Budi Awaluddin kepada awak media di Lantai 4 Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2024) siang.
Baca juga: Viral Pelajar Olok-olok Anak Palestina saat Makan di Restoran Cepat Saji, Begini Reaksi Pemprov Jakarta
Budi mengaku mendapatkan permintaan dari para orang tua murid maupun para murid untuk mewakili permintaan maaf kepada publik. "Oleh karenanya kami atas nama orang tua dan siswa menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya," katanya.
Untuk diketahui, video sejumlah remaja perempuan sedang makan di sebuah restoran cepat saji sambil mengolok-ngolok penderitaan anak Palestina viral di media sosial. Video tersebut dibagikan ulang oleh akun media sosial Twitter atau X @kegblgnunfaedh.
Dalam video tersebut terlihat seorang remaja perempuan berkaca mata bercanda soal tulang anak-anak Palestina sembari menyantap makanannya. Saat temannya sedang memakan ayam goreng restoran cepat saji yang tengah diboikot karena perang yang berkecamuk antara Israel dan Palestina, anak tersebut kemudian menganalogikan makanan tersebut bagian tubuh anak Palestina.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Budi Awaluddin mengatakan, hari ini pihaknya berkoordinasi dan rapat bersama dengan kepolisian dari Mabes Polri dan Polda, Kementerian Agama, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Kesbangpol, Dinas PPAPP, dan kepala sekolah. Namun Dinas Pendidikan DKI Jakarta tidak bisa menghadirkan orang tua murid. Selain itu, para pelajar yang mengolok-olok anak Palestina tidak dihadirkan karena statusnya masih di bawah umur.
"Kami mengambil sikap, kami atas nama orang tua siswa yang terkait video yang viral kemarin, dan atas nama siswa-siswa memohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian video yang viral dan menyinggung masyarakat Indonesia," kata Budi Awaluddin kepada awak media di Lantai 4 Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2024) siang.
Baca juga: Viral Pelajar Olok-olok Anak Palestina saat Makan di Restoran Cepat Saji, Begini Reaksi Pemprov Jakarta
Budi mengaku mendapatkan permintaan dari para orang tua murid maupun para murid untuk mewakili permintaan maaf kepada publik. "Oleh karenanya kami atas nama orang tua dan siswa menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya," katanya.
Untuk diketahui, video sejumlah remaja perempuan sedang makan di sebuah restoran cepat saji sambil mengolok-ngolok penderitaan anak Palestina viral di media sosial. Video tersebut dibagikan ulang oleh akun media sosial Twitter atau X @kegblgnunfaedh.
Dalam video tersebut terlihat seorang remaja perempuan berkaca mata bercanda soal tulang anak-anak Palestina sembari menyantap makanannya. Saat temannya sedang memakan ayam goreng restoran cepat saji yang tengah diboikot karena perang yang berkecamuk antara Israel dan Palestina, anak tersebut kemudian menganalogikan makanan tersebut bagian tubuh anak Palestina.
Lihat Juga :