alexametrics

Ganjar Janji Bangun Jembatan Penghubung Wonosobo-Banjarnegara

loading...
Ganjar Janji Bangun Jembatan Penghubung Wonosobo-Banjarnegara
Jembatan gantung yang menjadi akses utama antara Desa Larangan, Pagentan, Banjarnegara dan Desa Jeben Plampitan, Sukoharjo, Wonosobo, Jawa Tengah. iNews.id/Taufik Budi
A+ A-
WONOSOBO - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membangun jembatan penghubung Kabupaten Wonosobo-Banjarnegara. Sebab, selama ini warga harus melintasi jembatan gantung dari bambu yang kondisinya tidak layak dan berbahaya karena mudah bergoyang saat dilintasi warga.

Jembatan gantung tersebut menjadi akses utama antara Desa Larangan Pagentan Banjarnegara dan Jeben Plampitan Sukoharjo Wonosobo. Namun untuk pemanfaatannya, masyarakat Jeben Plampitan yang sering menggunakan untuk akses pertanian, sekolah maupun ke pasar karena lebih dekat ke Banjarnegara.

"Kalau dari Pemkab beberapa kali ke sini dan jembatan belum juga jadi, saya pastikan jika gubernur yang ke sini pasti beres," kata Ganjar, Rabu (10/4/2019).



Ganjar juga memberi penjelasan pada warga, bahwa pembangunan tidak langsung bisa dikerjakan karena harus masuk dalam penganggaran APBD. Ada alternatif lain yang bisa lebih cepat, yakni dengan anggaran pascabencana dari BNPB.

"Nanti kita atur, kalau menggunakan APBD provinsi harus menunggu tahun depan atau paling cepat pada anggaran perubahan. Tapi ada yang lebih cepat, yakni menggunakan dana pascabencana," katanya.

Pertimbangan lain adalah jika membangun ulang jembatan gantung anggaran yang dibutuhkan sebanyak Rp600 juta dan itu bisa menggunakan APBD provinsi. Tapi jika membangun jembatan permanen, maka perlu biaya mencapai Rp2,5 miliar yang akan menggunakan dana pascabencana.

"Pak Kades saya minta untuk segera membuat pengajuan agar jembatan ini cepat beres. Untuk Bupati Wonosobo semoga bisa segera ke sini, karena warga sudah menunggu, kangen katanya," pungkasnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak