Ini Penyebab Bengkulu 2 Kali Diguncang Gempa Tektonik
Kamis, 20 Agustus 2020 - 16:39 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, United States Geological Survey, Amerika Serikat, menginformasikan bahwa gempa bumi pertama berpusat di koordinat 101,134° BT dan 4,354° LS pada kedalaman 22,0 km dengan magnitudo M6,8, dan gempa kedua di koordinat 101,228° BT dan 4,278° LS pada kedalaman 26,0 km dengan magnitudo M6,9.
GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman melalui GEOFON program menginformasikan bahwa gempa bumi pertama berpusat di koordinat 101,31° BT dan 4,18° LS dengan magnitudo 6,5 Mw dan kedalaman 39 km, serta yang kedua di koordinat 101,34° BT dan 4,12° LS pada kedalaman 40 km dengan magnitudo 6,6 Mw. GFZ juga menginfokan bahwa kedua gempa bumi tersebut mempunyai mekanisme sumber sesar naik.
"Pusat gempa bumi berada di Samudera Indonesia di sebelah barat daya Pulau Sumatera. Kegempaan di Pulau Sumatera sangat dipengaruhi oleh penunjaman Sunda di sebelah barat Pulau Sumatera, Sesar Mentawai, dan Sesar Besar Sumatera," kata Kepala PVMBG Kasbani, Rabu (19/8/2020).
Kasbani mengemukakan, wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa adalah pesisir barat Bengkulu. Secara litologi, wilayah pesisir barat Bengkulu umumnya tersusun oleh batuan sedimen berumur Kuarter dan Formasi Bintunan yang terdiri dari konglomerat aneka bahan, breksi, batugamping terumbu, batulempung tufan, berbatuapung, kayu terkersikkan berumur Plistosen.
"Guncangan gempa bumi pada umumnya akan dirasakan lebih kuat pada wilayah yg disusun oleh batuan Kuarter serta batuan Tersier yang telah mengalami pelapukan karena bersifat urai, lepas, tidak kompak dan memperkuat efek guncangan," ujar Kasbani.
GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman melalui GEOFON program menginformasikan bahwa gempa bumi pertama berpusat di koordinat 101,31° BT dan 4,18° LS dengan magnitudo 6,5 Mw dan kedalaman 39 km, serta yang kedua di koordinat 101,34° BT dan 4,12° LS pada kedalaman 40 km dengan magnitudo 6,6 Mw. GFZ juga menginfokan bahwa kedua gempa bumi tersebut mempunyai mekanisme sumber sesar naik.
"Pusat gempa bumi berada di Samudera Indonesia di sebelah barat daya Pulau Sumatera. Kegempaan di Pulau Sumatera sangat dipengaruhi oleh penunjaman Sunda di sebelah barat Pulau Sumatera, Sesar Mentawai, dan Sesar Besar Sumatera," kata Kepala PVMBG Kasbani, Rabu (19/8/2020).
Kasbani mengemukakan, wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa adalah pesisir barat Bengkulu. Secara litologi, wilayah pesisir barat Bengkulu umumnya tersusun oleh batuan sedimen berumur Kuarter dan Formasi Bintunan yang terdiri dari konglomerat aneka bahan, breksi, batugamping terumbu, batulempung tufan, berbatuapung, kayu terkersikkan berumur Plistosen.
"Guncangan gempa bumi pada umumnya akan dirasakan lebih kuat pada wilayah yg disusun oleh batuan Kuarter serta batuan Tersier yang telah mengalami pelapukan karena bersifat urai, lepas, tidak kompak dan memperkuat efek guncangan," ujar Kasbani.
Lihat Juga :