Jumlah OTG Positif Rapid Test di Gunungkidul Jadi 17 Orang
Jum'at, 01 Mei 2020 - 15:09 WIB
loading...
A
A
A
Dewi melanjutkan, pihaknya memang memilih isolasi atau karantina bersama daripada isolasi mandiri. Upaya melakukan karantina bersama ini lantaran sulitnya pengendalian pergerakan saat isolasi mandiri. Hal ini berdasarkan pengalaman kasus pasien positif yang sudah terlanjur bergerak mulai dari masjid, toko dan lingkungan sekitar.
"Akhirnya setelah kami menggelar rapat bersama bupati dan Forkompimda, diputuskan ke RSUD Saptosari," katanya.
Meskipun dikarantina namun mereka tidak mendapatkan pelayanan medis lantaran mereka masuk OTG. Dengan demikian diharapkan hasil swab negatif sehingga mereka bisa segera kembali ke rumah masing - masing.
"Akhirnya setelah kami menggelar rapat bersama bupati dan Forkompimda, diputuskan ke RSUD Saptosari," katanya.
Meskipun dikarantina namun mereka tidak mendapatkan pelayanan medis lantaran mereka masuk OTG. Dengan demikian diharapkan hasil swab negatif sehingga mereka bisa segera kembali ke rumah masing - masing.
(nun)
Lihat Juga :