Duta Damai Garda Terdepan Tangkal Radikalisme Generasi Muda
Minggu, 02 Juni 2024 - 16:54 WIB
loading...
A
A
A
Pertama adalah pemerintah melalui Kementerian/Lembaga, serta Pemprov, dan Pemda. Kedua masyarakat, kemudian kolaborasi dengan media untuk memviralkan dan mengekspos kegiatan pencegahan agar masyarakat tahu bahwa BNPT telah melakukan berbagai program pencegahan.
Baca juga: Duta Damai dan Duta Santri BNPT Ujung Tombak Lawan Ideologi Radikal Terorisme
Selanjutnya adalah pengusaha, kemudian akademi mulai dari perguruan tinggi sampai level pendidikan dasar.
Dia juga mengungkapkan bahwa di Sumbar ada 36 mantan narapidana terorisme. Ia berharap mereka sudah berkategori hijau dan tidak kembali menyebarkan ideologi kekerasannya. Ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi Duta Damai untuk berperan menjaga generasi muda dan masyarakat
“Duta Damai harus ikut aktif bagaimana mengakselerasi agar Sumbar aman damai nyaman. Juga menjadi agent of change atau agen perubahan dalam memobilisasi diri dan anak bangsa rangka melakukan kontra intoleransi, kontra radikalisasi, dan kontra terorisme,” ungkapnya.
Roedy Widodo menegaskan bahwa yang dilawan duta damai bukan teroris atau orangnya, akan tetapi pahamnya.
Dari hasil beberapa penelitian, kata dia, indeks potensi radikalisme menunjukkan indeks toleran di kalangan masyarakat terus naik. Tadinya 6,16, sekarang menjadi 70,2 persen. Fakta lainnya, tahun 2023, Indonesia mencatat zero attack terrorism.
Baca juga: Duta Damai dan Duta Santri BNPT Ujung Tombak Lawan Ideologi Radikal Terorisme
Selanjutnya adalah pengusaha, kemudian akademi mulai dari perguruan tinggi sampai level pendidikan dasar.
Dia juga mengungkapkan bahwa di Sumbar ada 36 mantan narapidana terorisme. Ia berharap mereka sudah berkategori hijau dan tidak kembali menyebarkan ideologi kekerasannya. Ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi Duta Damai untuk berperan menjaga generasi muda dan masyarakat
“Duta Damai harus ikut aktif bagaimana mengakselerasi agar Sumbar aman damai nyaman. Juga menjadi agent of change atau agen perubahan dalam memobilisasi diri dan anak bangsa rangka melakukan kontra intoleransi, kontra radikalisasi, dan kontra terorisme,” ungkapnya.
Roedy Widodo menegaskan bahwa yang dilawan duta damai bukan teroris atau orangnya, akan tetapi pahamnya.
Dari hasil beberapa penelitian, kata dia, indeks potensi radikalisme menunjukkan indeks toleran di kalangan masyarakat terus naik. Tadinya 6,16, sekarang menjadi 70,2 persen. Fakta lainnya, tahun 2023, Indonesia mencatat zero attack terrorism.
Lihat Juga :