Ngeri! Penampakan Harimau Sumatera Masuk Halaman Masjid di Solok
Jum'at, 31 Mei 2024 - 12:50 WIB
loading...
Harimau Sumatera terekam kamera CCTV masuki halaman Masjid H. Alius Lubuk Selasih, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Foto/Tangkapan Layar
A
A
A
SOLOK - Seekor harimau sumatera (Panthera Tigris Sumatrae)terekam kamera CCTV di halaman Masjid H. Alius Lubuk Selasih, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Harimau itu terekam Kamis (30/5) pukul 00.30 WIB.
Video berdurasi sekira 2 menit 45 detik merekam kedatangan harimau tersebut, sempat berhenti dan berdiri seperti mencari mangsa, kemudian lebih maju. Harimau tersebut sempat tidak terekam seutuhnya karena tidak tertangkap kamera.
Namun beberapa detik kemudian harimau tersebut lari ke hutan ditempat yang gelap.
Baca Juga: Perbandingan Harimau Sumatera dan Harimau Jawa, dari Habitat hingga Mangsa
Kepala Balai KSDA Sumatera Barat, Lugi Hartantomembenarkan kejadian tersebut, bahkan satu minggu sebelum kejadian tersebut, timnya sudah mendeteksi keberadaan satwa yang dilindungi tersebut.
“Timkita di lapangan mendapat laporanpada Kamis, 30 Mei 2024 sekira pukul 02.00 dini hari.Tim melakukan upaya penggiringan satwa ke habitatnya yang berbatasan langsung dengan habitatnya di kawasan hutan,” kata Lugi, Jumat (31/5/2024).
Kawasan itu memang habitatnya di daerah konservasi, jadi wajar dia sering keluar di daerah itu, namun yang terpenting kata Lugi, harus beradaptasi dengan harimau tersebut. “Bahkan hewan itu sendiri takut dengan manusia, kalau dia bertemu pasti menghindar,” ujarnya.
Video berdurasi sekira 2 menit 45 detik merekam kedatangan harimau tersebut, sempat berhenti dan berdiri seperti mencari mangsa, kemudian lebih maju. Harimau tersebut sempat tidak terekam seutuhnya karena tidak tertangkap kamera.
Namun beberapa detik kemudian harimau tersebut lari ke hutan ditempat yang gelap.
Baca Juga: Perbandingan Harimau Sumatera dan Harimau Jawa, dari Habitat hingga Mangsa
Kepala Balai KSDA Sumatera Barat, Lugi Hartantomembenarkan kejadian tersebut, bahkan satu minggu sebelum kejadian tersebut, timnya sudah mendeteksi keberadaan satwa yang dilindungi tersebut.
“Timkita di lapangan mendapat laporanpada Kamis, 30 Mei 2024 sekira pukul 02.00 dini hari.Tim melakukan upaya penggiringan satwa ke habitatnya yang berbatasan langsung dengan habitatnya di kawasan hutan,” kata Lugi, Jumat (31/5/2024).
Kawasan itu memang habitatnya di daerah konservasi, jadi wajar dia sering keluar di daerah itu, namun yang terpenting kata Lugi, harus beradaptasi dengan harimau tersebut. “Bahkan hewan itu sendiri takut dengan manusia, kalau dia bertemu pasti menghindar,” ujarnya.
Lihat Juga :