BI Jakarta Ajak Gen Z dan Milenial Menabung
Kamis, 30 Mei 2024 - 19:46 WIB
loading...
A
A
A
Head of Go To Market PT Bank Jasa Jakarta Marcella Pravinata menuturkan kebiasaan transaksi melalui QRIS menjadi kesempatan bagi Bank Saqu untuk berinovasi dan membantu membangun kebiasaan menabung masyarakat.
“Lewat fitur Tabungmatic, fitur menabung otomatis pertama di Indonesia, nasabah dapat mengelola keuangan menjadi lebih mudah, menyenangkan, dan menguntungkan,” katanya.
Melalui fitur Tabungmatic, uang kembalian dari setiap transaksi menggunakan QRIS di aplikasi Bank Saqu akan diubah menjadi tabungan yang disimpan di Saku Booster dengan insentif menabung sebesar 10% per tahun dengan syarat dan ketentuan berlaku.
“Nasabah telah membuktikan kemudahan Tabungmatic di mana adopsi kebiasaan menabung otomatis nasabah Bank Saqu naik hampir 3x lipat,” tambahnya.
Selain fitur inovatif, Bank Saqu juga menggelar insentif menarik seperti undian berhadiah sepeda motor Honda Scoopy agar masyarakat semakin gemar menabung.
Ekonom Senior sekaligus Peneliti Poltak Hotradero mengatakan tabungan diperlukan di dua sisi, dari pemerintah dan juga perorangan. Jumlah tabungan akan mendorong perekonomian negara jika peredaran uang di Indonesia menentukan GDP.
“Lewat fitur Tabungmatic, fitur menabung otomatis pertama di Indonesia, nasabah dapat mengelola keuangan menjadi lebih mudah, menyenangkan, dan menguntungkan,” katanya.
Melalui fitur Tabungmatic, uang kembalian dari setiap transaksi menggunakan QRIS di aplikasi Bank Saqu akan diubah menjadi tabungan yang disimpan di Saku Booster dengan insentif menabung sebesar 10% per tahun dengan syarat dan ketentuan berlaku.
“Nasabah telah membuktikan kemudahan Tabungmatic di mana adopsi kebiasaan menabung otomatis nasabah Bank Saqu naik hampir 3x lipat,” tambahnya.
Selain fitur inovatif, Bank Saqu juga menggelar insentif menarik seperti undian berhadiah sepeda motor Honda Scoopy agar masyarakat semakin gemar menabung.
Ekonom Senior sekaligus Peneliti Poltak Hotradero mengatakan tabungan diperlukan di dua sisi, dari pemerintah dan juga perorangan. Jumlah tabungan akan mendorong perekonomian negara jika peredaran uang di Indonesia menentukan GDP.
Lihat Juga :