Mahasiswa Yogyakarta Dapat Kelas Literasi dan Inklusi Keuangan dari OJK
Kamis, 30 Mei 2024 - 13:39 WIB
loading...
A
A
A
Dengan hasil tersebut, OJK menetapkan target untuk meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan menjadi 90 persen pada tahun 2024, yang membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Daerah Istimewa Yogyakarta Parjiman menyatakan bahwa kolaborasi antara regulator, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan akademisi diperlukan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan secara merata di Indonesia.
Baca Juga: Pentingnya Literasi Digital bagi Pelajar dan Mahasiswa
”Selain memberikan materi tentang bahaya pinjaman online dan investasi ilegal, OJK juga mengingatkan mengenai pentingnya literasi keuangan bagi kaum muda untuk mengelola dan menginvestasikan uang dengan bijak guna meminimalisir risiko,” kata Parjiman.
Kelas literasi keuangan juga mengenalkan beragam produk keuangan yang dapat diakses untuk mencapai masa depan finansial yang stabil. Para peserta diberi pemahaman tentang manfaat pencatatan dana, investasi, dan asuransi dalam menghadapi perubahan ekonomi global.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Daerah Istimewa Yogyakarta Parjiman menyatakan bahwa kolaborasi antara regulator, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan akademisi diperlukan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan secara merata di Indonesia.
Baca Juga: Pentingnya Literasi Digital bagi Pelajar dan Mahasiswa
”Selain memberikan materi tentang bahaya pinjaman online dan investasi ilegal, OJK juga mengingatkan mengenai pentingnya literasi keuangan bagi kaum muda untuk mengelola dan menginvestasikan uang dengan bijak guna meminimalisir risiko,” kata Parjiman.
Kelas literasi keuangan juga mengenalkan beragam produk keuangan yang dapat diakses untuk mencapai masa depan finansial yang stabil. Para peserta diberi pemahaman tentang manfaat pencatatan dana, investasi, dan asuransi dalam menghadapi perubahan ekonomi global.
Lihat Juga :