Entaskan Kemiskinan, DPRD Jabar Minta Pemprov Tingkatkan Kolaborasi Multipihak

Senin, 27 Mei 2024 - 22:48 WIB
loading...
Entaskan Kemiskinan,...
Anggota DPRD Jawa Barat Haru Suandharu. Foto/Istimewa
A A A
BANDUNG - Anggota DPRD Jawa Barat Haru Suandharu mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar untuk mengentaskan kemiskinan di Jabar melalui program, kebijakan, serta anggaran.

Pimpinan Anggota Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Provonsi Jabar kini tengah membahas Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) di mana salah satu poinnya membahas penurunan angka kemiskinan hingga 0 persen.

“Jadi pemerintah provinsi sebagai bagian dari pemerintah pusat punya kewajiban merealisasikan ini, jadi dalam 20 tahun tidak ingin lagi ada warga yang miskin,” ujarnya.

Baca Juga: Ini Solusi Wakil Ketua DPRD Jabar Soal Kelangkaan Pupuk

Mengenai RPJMD tersebut, Haru mengatakan bahwa yang terpenting adalah turunan atau langkah-langkah kebijakan yang bisa menekan angka kemiskinan di Jabar hingga 0 persen.

Haru juga menegaskan pentingnya peran Pemprov Jabar untuk mengonektivitaskan infrastruktur kabupaten/kota yang ada di Jabar.

“Makanya peran pemprov sangat penting. Kalau dilepas ke kota atau kabupaten dengan otonomi daerah, banyak hal tidak bisa diselesaikan,” tegasnya.

Haru juga menyebutkan bahwa ada tiga aspek untuk mengurangi beban warga miskin, yakni menyiapkan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan transportasi.

Baca Juga: Anggota DPRD Jabar dari Perindo Sosialisasikan Perda PMI di Cirebon

Terkait pendidikan, Haru ingin seluruh akses pendidikan bagi warga miskin dipermudah. Begitu juga untuk kesehatan, Haru ingin biaya kesehatan untuk warga miskin digratiskan.

“Artinya kemiskinan itu akan ada. Tapi, kalau ada orang sakit khusus di Jawa Barat itu gratis sampai sehat. Anggap aja itu impian saya,” ujarnya.

Sedangkan untuk transportasi, Haru ingin menghadirkan harga yang terjangkau bagi warga miskin.

“Tranportasi yang murah menjangkau seluruh kota-kabupaten, yah coba ditata. Kita kolaborasikan, pemerintahan pusat, kota, provinsi. Satu-satu kita selesaikan, ga usah minta selesai semua dalam satu waktu,” tandasnya.

Menurut Haru, kemiskinan salah satunya disebabkan oleh masih tingginya angka pengangguran di Jabar. Oleh karenanya, diperlukan upaya kongkret Pemprov Jabar untuk menyiapkan lapangan kerja sebanyak-banyaknya.

Dalam pelaksanaannya, Haru menyarankan agar Pemprov Jabar berkolaborasi dengan sejumlah pihak agar tujuan pengentasan kemiskinan tersebut dapat tercapai.

“Harus duduk sama-sama dengan Dinas Tenaga Kerja, dengan Kadin, dengan API, jadi jangan ngarang, duduk sama-sama. Kuncinya kolaborasi semua pihak, tong sosoranganan,” ucap Haru, Rabu (22/5/2024).

Adapun upaya kongkret untuk menekan pengangguran, Haru menyebut, ada tiga poin yang bisa menjadi langkah bagi Pemprov Jabar.

Pertama yakni meningkatkan investasi padat karya. Pemprov Jabar harus fokus menggenjot investasi padat karya karena diyakini bakal menyerap banyak tenaga kerja.

“Kalau padat modal boleh jadi target investasi tercapai, tapi serapan tenaga kerjanya tidak tercapai. Jadi memilih investasi padat karya ini salah satu strategi yang sangat penting,” jelasnya.

Kedua, penguatan destinasi wisata. Haru menjelaskan, destinasi wisata ini bisa banyak menyerap tenaga kerja, mulai dari tempat wisata, transportasi, juga kuliner.

“Jadi industri pariwisata ini harus kita dorong, supaya Jawa Barat jadi tujuan wisata nusantara dan mancanegara,” imbuhnya.

Terakhir, perbaikan akses transportasi yang diyakininya dapat mendorong percepatan perekonomian. Dia mencontohkan, akses transportasi yang baik menuju tempat wisata dipastikan mendongkrak kunjungan wisatawan dan berimplikasi positif terhadap perekonomian warga.

“Jadi bukan tidak boleh membangun infrastruktur, tapi bangunlah infrastruktur yang mendorong bangkitan ekonomi, terutama di wilayah kabupaten atau pedesaan,” katanya.

Lebih lanjut Haru juga menegaskan bahwa Pemprov Jabar juga harus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk pengentasan pengangguran ini agar 20 tahun ke depan, angka 0% kemiskinan di Jabar bisa tercapai.

Di sisi lain, Haru pun berbicara terkait ekonomi kreatif sebagai peluang lapangan kerja yang menjanjikan bagi masyarakat.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital yang begitu pesat seharusnya bisa dimanfaatkan pemerintah untuk menciptakan peluang ekonomi baru.

“Jadi akan ada 40 pekerjaan yang hilang, namun akan ada 40 pekerjaan yang baru. Profesi baru, diantaranya content creator, influencer, youtuber, lembaga survey, marketing online dan lainnya. Artinya, dunia ini sedang berubah,” terangnya.

Dengan adanya perubahan ini, pemerintah daerah tak bisa hanya berdiam diri menunggu keputusan atau bantuan dari pemerintah pusat.

“Saya kira karena dunia sudah berubah, anggarkan dari APBD provinsi, secara bertahap. Sehingga nanti petani bisa menjual produknya karena terhubung dengan internet atau buat desa wisata,” bebernya.

Haru juga meminta pemerintah untuk menyediakan co-working space yang nantinya bisa digunakan para milenial untuk mengembangkan potensinya.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Perindo dan Pemprov...
Partai Perindo dan Pemprov Jateng Bersinergi Entaskan Kemiskinan
Tangsel Darurat Sampah...
Tangsel Darurat Sampah Imbas Penutupan TPA Cipeucang, DPRD Gulirkan Pansus
Diinisiasi Kejaksaan,...
Diinisiasi Kejaksaan, Daerah Harus Siap Sambut Pidana Kerja Sosial
Tinjau Pabrik Air Mineral...
Tinjau Pabrik Air Mineral di Mekarsari, BPKN Pastikan Pengelolaan Sesuai Regulasi
Soal Evaluasi Program...
Soal Evaluasi Program MBG, Begini Tanggapan Wakil Ketua DPRD Jabar
LAN Luncurkan Akademi...
LAN Luncurkan Akademi Pengentasan Kemiskinan untuk Atasi Penduduk Miskin di Indramayu
Politeknik STIA LAN...
Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar ICoGPASS, Konferensi Internasional untuk Entaskan Kemiskinan
Daftar SMA dan SMK yang...
Daftar SMA dan SMK yang Masuk Sekolah Maung 2026 di Jabar, Lengkap Jadwal SPMB
Jadi Wakil Ketua Pansus...
Jadi Wakil Ketua Pansus RUU Desain Industri, Lola Dorong Industri Nasional Kuat dan Terlindungi
Rekomendasi
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Infografis
Kronologi Kasus Perdagangan...
Kronologi Kasus Perdagangan 25 Bayi Asal Jabar ke Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved