alexametrics

Berduel dengan Harimau saat Cari Kayu di Hutan, Warga Riau Kritis

loading...
Berduel dengan Harimau saat Cari Kayu di Hutan, Warga Riau Kritis
Warga Riau yang berduel dengan harimau saat mendapat perawatan di rumah sakit. Okezone/Banda
A+ A-
PEKANBARU - Seorang warga Desa Pungkat, Kecamatan Gaung, Kabupaten Inhil, Riau berduel dengan harimau yang menerkammnya. Peristiwa itu terjadi saat korban bernama Mardian sedang mencari kayu di hutan.

Kapolres Inhil Christian Rony Putra dalam musibah ini korban mengalami luka gigitan pada bagian kepala dan punggung. Korban sedang menjalani pengobatan serius di rumah sakit. "Korban dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan," kata Christian, Minggu (4/3/2019).

Insiden ini bermula saat korban, bersama dua rekannya pergi ke hutan mencari kayu pada Sabtu 3 Maret 2019 pukul 13.00 WIB. Saat sedang memotong kayu hutan, tiba-tiba muncul seekor harimau dewasa dari dalam semak.



Si raja hutan itu, langsung menyerang Marwan. Korban pun bergumul dengan si kucing besar tersebut. Di tengah pergumulan itu, korban berteriak minta tolong kepada kedua temannya, Bujang dan Nahar. Saat itu saksi Nahar yang posisinya dekat dengan Mardian memberanikan diri menolong. Saat itu posisi Mardian sedang digigit dari belakang.

Nahar pun menendang badan harimau Sumatera itu. Tidak lama, harimau melepaskan cengkramannya dan hilang di dalam hutan. Naharpun meminta pertolongan warga. Setelah mendapat bantuan, korban dibawa dari lokasi dengan menggunakan kapal menuju rumah sakit. "Untuk saat ini, kita minta warga tidak ke hutan untuk mencegah hal tidak diinginkan," ucapnya.

Untuk diketahui, pada April 2018 warga warga Pelangiran, Inhil dihebohkan dengan penyerangan harimau. Tiga warga diserang si raja hutan, dua di antara tewas. Belakangan, harimau yang diberi nama Bonita itu ditangkap warga. Keluar harimau dari sarangnya karena hutan tempat habitatnya dirusak manusia.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak