Ini Alasan Pegi Perong Pra Peradilankan Polda Jabar Kasus Vina Cirebon

Sabtu, 25 Mei 2024 - 18:43 WIB
loading...
Ini Alasan Pegi Perong...
Pegi Setiawan (30) alias Perong atau Pegi Perong, buronan yang diduga pelaku pembunuhan Vina Cirebon dan Eky bakal memperadilankan Polda Jabar. Foto/Ist
A A A
CIREBON - Pegi Setiawan (30) alias Perong atau Pegi Perong, buronan yang diduga pelaku pembunuhan dan pemerkosaan Vina Cirebon dan Eky bakal memperadilankan Polda Jabar atas penangkapnya pada Selasa 21 Mei 2024 lalu.

Langkah hukum itu terkait penangkapannya terkait kasus pembunuhan sadis dan pemerkosaan Vina Dewi Arsita (16) alias Vina Cirebon dan kekasihnya Muhammad Risky Rudiana alias Eky (16) pada Agustus 2016 silam.

Baca juga: Benarkah Pegi Perong Buron Kasus Pembunuhan Vina Cirebon? Polisi: Kita Lakukan Pendalaman

Kuasa Hukum Pegi Perong, Sugiati Iriani menyampaikan langkah pra peradilan tersebut pihak keluarga menilai kliennya tidak terlibat dalam kasus Vina yang saat ini menjadi sorotan.

“Kami merasa janggal dengan penangkapan itu, maka langkah hukum kita pra peradilankan Polda Jabar,” kata Sugiati Iriani kepada iNews Media Group, Sabtu (25/5/2024).



Keyakinan Sugiati itu dibarengi pihak keluarga Pegi Setiawan menilai terjadi salah tangkap terhadap Pegi Setiawan. Pasalnya, Pegi Setiawan pada saat kejadian pembunuhan Vina dan Eky pada 27 Agustus 2016 silam, berada di Bandung sebagai buruh bangunan bersama ayahnya.

Kejanggalan juga terkait dengan 3 DPO yang dirilis Polda Jabar tidak sesuai dengan Pegi Setiawan, baik ciri-ciri yang disebutkan hingga dengan tempat tinggal di desa yang berbeda.

Baca juga: Penangkapan Pegi Perong Dinilai Janggal, Keluarga Yakin Tak Terlibat Kasus Vina Cirebon

“Karena sangat janggal, saat kejadian dia (Pegi) berada di Bandung,” ucapnya.

Sementara itu, kejanggalan selanjutnya juga terjadi di tahun ini. Saat kasus tersebut kembali viral dan Polda Jawa Barat kembali merilis tiga DPO, tiba-tiba Pegi Setiawan ditangkap saat sedang bekerja sebagai kuli bangunan.

Untuk diketahui, Pegi Setiawan merupakan salah satu dari tiga DPO yang disebut ikut andil melakukan pembunuhan terhadap Dewi Arsita dan Eky di wilayah Cirebon Jawa Barat pada 2016 silam.

Sosoknya menjadi target polisi selama delapan tahun sejak kasus pembunuhan itu terjadi. Bahkan, ia sempat masuk dalam daftar pencarian orang yang dirilis Polda Jabar bersama dua temannya, Andi dan Dani yang sampai saat ini diburu polisi.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pihaknya dibantu Bareskrim Polri berhasil meringkus Pegi di wilayah Bandung. Dia ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya.

Kasus tewasnya Vina dan Eky terjadi pada Agustus 2016. Sejak saat itu, polisi mengumumkan bahwa terdapat 11 orang pelaku yang terlibat dalam kasus ini. Sayangnya delapan tahun berlalu, kasus ini masih belum tuntas lantaran polisi baru menangkap 8 dari sebelas pelaku.

Puncaknya, keluarga Vina mendapat tawaran dari Dee Company mengangkat kasus ini ke layar lebar. Mereka pun setuju dengan dibuatnya film ini, tujuannya agar kasus yang masih gantung dapat menemui titik terang. Film Vina: Sebelum 7 Hari pun tayang perdana Rabu, 8 Mei 2024.

Munculnya film ini di bioskop sontak mengingatkan masyarakat dengan kasus delapan tahun silam hingga muncul desakankepada kepolisian untuk segera menangkap tiga pelaku lainnya yang masih berkeliaran.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Pembunuhan Balita...
Kasus Pembunuhan Balita di Bekasi, Polisi Tetapkan Paman Jadi Tersangka
TAUD Sesalkan Jawaban...
TAUD Sesalkan Jawaban Polda Metro Jaya Atas Praperadilan Andrie Yunus
Polda Metro Jaya Minta...
Polda Metro Jaya Minta Hakim Tolak Praperadilan Andrie Yunus
Polda Metro Jaya Sampaikan...
Polda Metro Jaya Sampaikan Jawaban Gugatan Praperadilan Andrie Yunus
Identitas Pengeroyok...
Identitas Pengeroyok yang Lempar Korban dari Lantai 2 Jakbar Dikantongi Polisi
Pimpin Panen Raya di...
Pimpin Panen Raya di Indramayu, Kapolda Jabar Doakan Anak Presisi
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Rekomendasi
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved