Merasa Janggal, Otak Pembunuhan Vina Cirebon Pegi Perong Pra Peradilankan Polda Jabar

Sabtu, 25 Mei 2024 - 09:51 WIB
loading...
Merasa Janggal, Otak...
Kolase Vina Cirebon dan Muhammad Risky Rudiana alias Eki (16) dan Pegi Setiawan alias Perong (30). Foto/Istimewa
A A A
CIREBON - Keluarga mendiang Vina Dewi Arsita (16) alias Vina Cirebon kini bisa sedikit lega usai ditangkapnya Pegi Setiawan alias Perong (30). Pegi diduga salah satu otak pembunuhan Vina dan Muhammad Risky Rudiana alias Eki (16) di Cirebon, Jawa Barat pada 2016 silam.

Setelah 8 tahun menjadi buronan alias DPO, Pegi Perong akhirnya dijebloskan ke jeruji besi usai bersembunyi di Bandung, Jawa Barat usai masuk ke dalam radar pencarian kepolisian setempat. Polda Jawa Barat berhasil mengendus dan menangkapnya pada Selasa 21 Mei 2024.

Kekinian, merasa janggal atas penangkapannya oleh Polda Jawa Barat, Pegi Perong melalui Kuasa Hukum Sugiati Iriani akan melakukan upaya hukum pra peradilan atas penangkapan oleh penyidik dari Polda Jabar tersebut.

Baca Juga: Respons Polda Jabar Soal Pegi Ngaku Ditumbalkan dan Korban Salah Tangkap Kasus Vina Cirebon

Upaya tersebut pihak keluarga menilai Pegi tidak terlibat dalam kasus Vina yang saat ini menjadi sorotan. “Kami merasa janggal dengan penangkapan itu, maka langkah hukum kita pra peradilankan Polda Jabar,” kata Sugiati Iriani kepada iNews Media Group, Sabtu (25/5/2024).

Keyakinan Sugiati itu dibarengi pihak keluarga Pegi Setiawan menilai terjadi salah tangkap terhadap Pegi Setiawan. Pasalnya, Pegi Setiawan pada saat kejadian pembunuhan Vina dan Eky pada 27 Agustus 2016 silam, berada di Bandung sebagai buruh bangunan bersama ayahnya.

Kejanggalan juga terkait dengan 3 DPO yang dirilis Polda Jabar tidak sesuai dengan Pegi Setiawan, baik ciri-ciri yang disebutkan hingga dengan tempat tinggal di desa yang berbeda. “Karena sangat janggal, saat kejadian dia (Pegi) berada di Bandung,” ucapnya.

Baca Juga: Ibu Pegi Perong Yakin Anaknya Tak Terlibat Kasus Vina, Ini Alasannya

Sementara itu, kejanggalan selanjutnya juga terjadi di tahun ini. Saat kasus tersebut kembali viral dan Polda Jawa Barat kembali merilis tiga DPO, tiba-tiba Pegi Setiawan ditangkap saat sedang bekerja sebagai kuli bangunan.

Untuk diketahui, Pegi Setiawan merupakan salah satu dari tiga DPO yang disebut ikut andil melakukan pembunuhan terhadap Dewi Arsita dan Eky di wilayah Cirebon Jawa Barat pada 2016 silam.

Sosoknya menjadi target polisi selama delapan tahun sejak kasus pembunuhan itu terjadi. Bahkan, ia sempat masuk dalam daftar pencarian orang yang dirilis Polda Jabar bersama dua temannya, Andi dan Dani yang sampai saat ini diburu polisi.



Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pihaknya dibantu Bareskrim Polri berhasil meringkus Pegi di wilayah Bandung. Dia ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya.

Kasus tewasnya Vina dan Eky terjadi pada Agustus 2016. Sejak saat itu, polisi mengumumkan bahwa terdapat 11 orang pelaku yang terlibat dalam kasus ini. Sayangnya delapan tahun berlalu, kasus ini masih belum tuntas lantaran polisi baru menangkap 8 dari sebelas pelaku.

Puncaknya, keluarga Vina mendapat tawaran dari Dee Company mengangkat kasus ini ke layar lebar. Mereka pun setuju dengan dibuatnya film ini, tujuannya agar kasus yang masih gantung dapat menemui titik terang. Film Vina: Sebelum 7 Hari pun tayang perdana Rabu, 8 Mei 2024.

Munculnya film ini di bioskop sontak mengingatkan masyarakat dengan kasus delapan tahun silam hingga muncul desakankepada kepolisian untuk segera menangkap tiga pelaku lainnya yang masih berkeliaran.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pimpin Panen Raya di...
Pimpin Panen Raya di Indramayu, Kapolda Jabar Doakan Anak Presisi
Polres Bogor Raih Juara...
Polres Bogor Raih Juara II Pospam Terpadu Operasi Ketupat Terbaik se-Jabar
Istigasah di Cirebon,...
Istigasah di Cirebon, Kiai Ilyas Khaelani: Doa agar Negeri Ini Terjaga dari Praktik Hukum Tidak Adil
Wakapolda Jabar Pimpin...
Wakapolda Jabar Pimpin Langsung Penyekatan Truk Sumbu 3 di Sumedang, 85 Kendaraan Terjaring Operasi Ketupat Lodaya 2026
Penasihat Ahli Kapolri...
Penasihat Ahli Kapolri Dukung Program Layanan Pemudik Polda Jabar
Jelang Ramadan, Polda...
Jelang Ramadan, Polda Jabar Musnahkan Ribuan Barang Bukti Narkoba hingga Knalpot Brong
Profil Irjen Pol Pipit...
Profil Irjen Pol Pipit Rismanto, Lulusan Akpol 1994 Ditunjuk Menjadi Kapolda Jabar
Guru Besar UP Minta...
Guru Besar UP Minta Publik Pahami Dasar Hukum Peradilan Militer Agar Objektif
Karakter Keras Peradilan...
Karakter Keras Peradilan Militer justru Jadi Pilar Disiplin Prajurit TNI
Rekomendasi
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM
Berita Terkini
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Bidik Penguatan Basis...
Bidik Penguatan Basis Distrik, Wakil Bupati Yan Kiraklak Resmi Pimpin DPD Partai Perindo Yalimo
3 Kendaraan Kecelakaan...
3 Kendaraan Kecelakaan di Tol Becakayu, 8 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Infografis
Cilia Flores, Istri...
Cilia Flores, Istri Maduro yang Disebut Otak di Balik Kebijakan Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved