Sejarah Kerajaan Sunda Galuh, Dua Pecahan Tarumanagara yang Disatukan Mataram Kuno

Rabu, 22 Mei 2024 - 06:12 WIB
loading...
Sejarah Kerajaan Sunda...
Kerajaan Sunda Galuh merupakan dua kerajaan pecahan dari Tarumanagara. Lokasinya sama-sama berada di wilayah tanah Sunda. Foto/Istimewa
A A A
Kerajaan Sunda Galuh merupakan dua kerajaan pecahan dari Tarumanagara. Lokasinya sama-sama berada di wilayah tanah Sunda. Sebelum bersatu kedua kerajaan ini sebenarnya merupakan kerajaan berdikari sendiri - sendiri, hingga akhirnya disatukan Sanjaya.

Sosok Sanjaya sendiri konon merupakan raja dan pendiri Kerajaan Mataram kuno. Sebelum berkuasa di Mataram, konon Sanjaya terlebih dahulu berhasil menyatukan Galuh dan Sunda. Momen itu terjadi ketika ia berkuasa pada 723 - 732, atau 10 tahun memerintah.

Sunda digabungkan dengan Galuh yang berhasil direbut dari tangan pemberontak Purbasora, atau cucu Wretikandayun atau putra Batara Danghyang Guru Sempakwaja dari Galunggung. Hasil dari penggabungan dua negara itu, Kerajaan Sunda bisa disebut Kerajaan Sunda-Galuh.

Baca Juga: Kesaktian Raden Patah Lumpuhkan Begal Hutan Angker sebelum Nyantri ke Sunan Ampel

"Kerajaan Sunda-Galuh merupakan penyatuan dua kerajaan pecahan Tarumanaga di Tanah Sunda yang didirikan oleh Sanjaya pada tahun 723," demikian dikutip dari buku "Perang Bubat 1279 Saka: Membongkar Fakta Kerajaan Sunda vs Kerajaan Majapahit".

Namun para ahli sejarah, gabungan dua kerajaan tersebut hanya dikenal dengan nama Kerajaan Sunda. Penyebutan Kerajaan Sunda-Galuh menjadi Kerajaan Sunda tersebut bersumber dari catatan perjalanan pertama Prabu Jaya Pakuan atau Bujangga Manik.

Dia mengelilingi Pulau Jawa, kemudian catatan perjalanan Tome Pires (1513), serta prasasti di Bogor dan Sukabumi.

Dari sumber-sumber tersebut menyatakan bahwa Kerajaan Sunda-Galuh yang bermula dari pemerintahan Sanjaya hingga Prabu Detya Maharaja Sri Jayabupati (1042) lebih dikenal dengan Kerajaan Sunda.

Baca Juga: Kerajaan Aru, Riwayat Negeri Perompak Penguasa Selat Malaka Abad 13 M

Selama keberlangsungannya, Kerajaan Sunda dikuasai oleh 33 raja yang berkuasa secara berurutan.

Adapun raja-raja Sunda tersebut, di awali Sanjaya, berlanjut ke Tamperan Barmawijaya (732-739), Rakryan Banga (739-766), Rakryan Medang Prabu Hulukujang (766-783), Prabu Gilingwesi (783-795), Pucukbumi Darmeswara (795-819), dan Prabu Gajah Kulon Rakryan Wuwus (819-891).

Selanjutnya, ada Prabu Darmaraksa (891-895), Windusakti Prabu Dewageng (895-913), Rakryan Kemuning Gading Prabu Pucukwesi (913-916), Rakryan Jayagiri Prabu Wanayasa (916-942), Prabu Resi Atmayadarma Hariwangsa (942-954), dan Limbur Kancana (954-964).

Prabu Munding Ganawirya (964-973), Prabu Jayagiri Rakryan Wulung Gadung (973-989), Prabu Brajawisesa (989-1012), Prabu Dewa Sanghyang (1012-1019), Prabu Sanghyang Ageng (1019-1030), Prabu Detya Maharaja Sri Jayabupati (1030-1042), serta raja ke-20 Darmaraja (1042-1065).

Kemudian, Langlangbumi (1065-1155), Rakeyan Jayagiri Prabu Menakluhur (1155-1157), Darmakusuma (1157-1175), Darmasiksa Prabu Sanghyang Wisnu (1175-1297), Ragasuci (1297-1303),Citraganda (1303-1311).

Prabu Linggadewata (1311-1333), Prabu Ajiguna Linggawisesa (1333-1340), Prabu Ragamulya Luhurprabawa (1340-1350).

Selanjutnya Maharaja Linggabuana Wisesa (1350-1357) menjadi raja ke-30, Prabu Bunisora (1357-1371), Prabu Niskala Wastu Kancana (1371-1475), dan terakhir Prabu Susuktunggal (1475-1482).
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Suara Kritis Bukan Ajang...
Suara Kritis Bukan Ajang Jadi Keren, Rian Fahardhi: Itu Hal Fundamental Jadi Warga Negara
Ini Bukti Kuat Kenapa...
Ini Bukti Kuat Kenapa Wanita Sunda Cantik-cantik dan Bening-bening
Sejarah Kali Bekasi,...
Sejarah Kali Bekasi, Sungai Peninggalan Raja Purnawarman untuk Mengendalikan Banjir Kuno di Kerajaan Tarumanegara
Rekomendasi
Cristiano Ronaldo Pastikan...
Cristiano Ronaldo Pastikan Piala Dunia 2026 Menjadi yang Terakhir
FIFA Izinkan Pemain...
FIFA Izinkan Pemain Amerika Serikat yang Dikartu Merah Tampil Lawan Belgia?
Trump Telepon Putin...
Trump Telepon Putin pada Hari Kemerdekaan AS selama 1,5 Jam, Ini 5 Topik yang Dirundingkan
Berita Terkini
Usai Viral, Bang Jago...
Usai Viral, Bang Jago Pakai Ninja yang Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa Ditangkap
8 Ruas Jalan Bakal Dilalui...
8 Ruas Jalan Bakal Dilalui Rombongan PM Singapura saat Bertemu Presiden Prabowo Hari Ini
Pengendara Ninja yang...
Pengendara Ninja yang Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa Ditangkap, Begini Penampakannya
Bupati Langkat Syah...
Bupati Langkat Syah Afandin Jadi Tersangka Kasus Suap, Hartanya Rp10,6 Miliar
Polri Presisi Dinilai...
Polri Presisi Dinilai Telah Sampai di Hati Masyarakat
Dihadiri Komedian Narji,...
Dihadiri Komedian Narji, Khitanan Massal PSI Banten di Tangsel Diikuti Ratusan Peserta
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved