alexametrics

Bupati Pasangkayu Harapkan STQ ke-VIII Momentum Lahirkan Qari dan Qariah Nasional

loading...
Bupati Pasangkayu Harapkan STQ ke-VIII Momentum Lahirkan Qari dan Qariah Nasional
Pembukaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke-VIII tingkat Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, digelar di Desa Polewali, Kecamatan Bamblamotu, berlangsung meriah, Kamis (21/2/2019). Berbagai atraksi ditampilkan oleh parade kafilah di depan para tamu undan
A+ A-
PASANGKAYU - Pembukaan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke-VIII tingkat Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, digelar di Desa Polewali, Kecamatan Bamblamotu, berlangsung meriah, Kamis (21/2/2019). Berbagai atraksi ditampilkan oleh parade kafilah di depan para tamu undangan.

Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa dalam sambutan pembukaan STQ mengungkapkan rasa gembira melihat kemeriahan pembukaan STQ yang mengambil tempat pelaksanaan di lapangan sepak bola Desa Polewali itu. Ia berharap STQ mampu melahirkan qari dan qari’ah yang akan mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi dan nasional.

“Oleh karena itu pemerintah daerah memberi dukungan penuh terhadap kegiatan ini, dan mengucapkan terima kasih kepada rakyat Bambalamotu yang telah berperan katif mendukung terlaksananya kegiatan malam hari ini. Sehingga begitu meriah dan indah,” ungkapnya.



Melalui STQ yang mengangkat tema ‘dengan STQ ke VIII tingkat Kabupaten Pasangkayu, kita gali potensi minat dan bakat menuju generasi qur’ani yang unggul cerdas berakhlakul karimah' ini juga, ia berharap terbangun kebersamaan, persatuan serta semakin mempererat silaturahim antarsemua pihak demi kemajuan daerah dan negara.

“Serta mampu menumbuhkan rasa kepercayaan diri masyarakat Pasangkayu sebagai masyarakat yang cinta agamanya, masyarakat yang beriman dan mencintai Al Qur’an,” imbuhnya.

Sebanyak 12 kafilah yang ambil bagian dalam event dua tahunan itu masing-masing menampilkan keunikannya saat berjalan melewati tribun tempat rombongan Bupati Pasangkayu berada.

Seperti atraksi silat yang ditampilkan oleh Kecamatan Pedongga, dan kuda menari (saiyyang pattuqduq) yang ditampilkan oleh tuan rumah Kecamatan Bamblamotu. Kuda menari ini merupakan tradisi masyarakat Mandar. Salah satu suku yang mendiami Pasangkayu.

Tampilan-tampilan itu mengundang decak kagum penonton dan rombongan Bupati Pasangkayu. Ratusan masyarakat yang hadir memenuhi area depan tribun untuk menyaksikan tampilan itu.

Bagimana tidak, atraksi silat ini tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa tapi juga anak-anak yang berumur sekira sepuluh tahun. Sementara kuda menari, ditunggangi langsung oleh Camat Bambalamotu. Ia nampak ikut bergoyang seirama dengan tarian kuda yang diiringi oleh musik rebana.

Tampilan-tampilan lainnyapun dipertunjukkan oleh kafilah dari kecamatan lainnya, seperti membawa gerobak sapi yang telah dihias, serta menyanyi kasidah didepan rombongan Bupati Pasangkayu.

Kepala Bagian Kesra dan Bina Mental Pemkab Pasangkayu, Murfin Djamaluddin, menuturkan, dalam sambutannya sebagai Panitia Pelaksana STQ, jumlah peserta yang ikut berkompetesi dalam STQ kali ini, masing-masing kafilah dari Kecamatan Bambalamotu sebanyak 21 orang, Pasangkayu 26 orang, Bambaira 21 orang, Sarjo 21 orang, Pedongga 21 orang, Tikke Raya 17 orang, Dapurang 22 orang, Duripoku 20 orang, Sarudu 21 orang, Baras 19 orang, Bulutaba 21 orang, dan Lariang 21 orang.

“Cabang yang diperlombakan yakni tafsir qur’an, hifdzil qur’an, dan tilawatil qur’an, ditambah masing-masing satu group qasidah rebana. Kegiatan ini berlangsung dari 21 Februari hingga 25 Februari,” paparnya.
(akn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak