Sakit Hati dan Iri Jadi Motif Pembunuhan Siswa SMP di Arcamanik Bandung
Selasa, 21 Mei 2024 - 10:52 WIB
loading...
A
A
A
Selain motif sakit hati, AKBP Abdul Rahman juga menduga GDH dan AJ iri kepada korban karena dikenal pandai dan gagah.
Kronologi kejadian bermula pada 2 April 2024, setelah acara buka bersama di sekolah. Kedua pelaku mengeroyok korban di Jalan Pesantren, Arcamanik, Bandung. GDH dan AJ menendang perut dan dada korban.
Teman-teman korban dan pelaku melerai, dan korban dibonceng menggunakan motor oleh temannya untuk diantarkan pulang. Namun, GDH dan AJ mengejar menggunakan motor dan GDH memukulkan button stick ke belakang kepala korban.
Akibatnya, korban terjatuh dari motor dan mengerang kesakitan. Teman-temannya lantas membawa korban pulang. Pada 6 April 2024, korban kejang-kejang dan dilarikan ke RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, namun meninggal dunia.
Orang tua korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Satreskrim Polrestabes Bandung pada 17 April 2024. Setelah menerima laporan, Unit PPA Polrestabes Bandung melakukan penyelidikan dan menangkap GDH dan AJ pada Rabu 15 Mei 2024.
Kronologi kejadian bermula pada 2 April 2024, setelah acara buka bersama di sekolah. Kedua pelaku mengeroyok korban di Jalan Pesantren, Arcamanik, Bandung. GDH dan AJ menendang perut dan dada korban.
Teman-teman korban dan pelaku melerai, dan korban dibonceng menggunakan motor oleh temannya untuk diantarkan pulang. Namun, GDH dan AJ mengejar menggunakan motor dan GDH memukulkan button stick ke belakang kepala korban.
Akibatnya, korban terjatuh dari motor dan mengerang kesakitan. Teman-temannya lantas membawa korban pulang. Pada 6 April 2024, korban kejang-kejang dan dilarikan ke RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, namun meninggal dunia.
Orang tua korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Satreskrim Polrestabes Bandung pada 17 April 2024. Setelah menerima laporan, Unit PPA Polrestabes Bandung melakukan penyelidikan dan menangkap GDH dan AJ pada Rabu 15 Mei 2024.
Lihat Juga :