alexametrics

3 Warga Lapor Polisi Diduga Kena Pukul Ajudan Bupati

loading...
3 Warga Lapor Polisi Diduga Kena Pukul Ajudan Bupati
Tiga warga Gampong Arongan, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oknum ajudan Bupati Aceh Barat. Foto penghadangan warga/Ist
A+ A-
MEULABOH - Tiga warga Gampong Arongan, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oknum ajudan Bupati Aceh Barat di halaman kantor kecamatan tersebut pada Rabu 20 Februari 2019 kemarin. Atas kejadian tersebut Herman (47), Safrizal (57) dan Dedi Gunawan (29) melaporkan perbuatan tersebut ke Polres Aceh Barat, Kamis (21/2/2019). (Baca : Puluhan Massa Hadang Bupati, Ajudan Cabut Pistol)

Sebelumnya insiden tersebut terjadi saat massa menghadang rombongan Bupati Aceh Barat H Ramli MS usai menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) di Kantor Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat.

Lalu sempat terjadi adu mulut antara bupati dengan sejumlah perwakilan warga. Dalam kondisi yang semakin tak kondusif itu, tiba-tiba seorang ajudan dari unsur kepolisian langsung mengeluarkan pistol mengarahkan ke warga sambil memerintahkan agar menjauh.

Bahkan diperoleh informasi jika ajudan tersebut memukul warga namun saat ini sedang dilakukan pendalaman oleh Provost Polres Aceh Barat.

Kapolsek Arongan Lambalek, Ipda Alpon mengatakan, perkara tersebut saat ini sedang dalam proses pemeriksaan dan pengambilan keterangan dari para koban yang diduga menjadi korban pemukulan oleh oknum ajudan Bupati Aceh Barat.

“Lagi menangani kasus penganiayaan ini dan dalam proses pemeriksaan dari pihak Provost. Ada tiga orang katanya dipukul oleh ajudan Bupati Aceh Barat saat membuka Musrembang di Kecamatan Arongan Lambalek. Jadi, korban melaporkan ke Provost. Sekarang lagi kita lakukan pendalaman,” kata Kapolsek kepada wartawan.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak