Ketipu Rp598 Juta, Anak Petani Subang Gagal Masuk Polwan Malah Jadi Baby Sitter
Senin, 20 Mei 2024 - 07:01 WIB
loading...
Teti Rohayati (TR), anak petani yang menjadi korban penipuan oknum anggota Polri. Foto/Tangkapan Layar/IG @undercover.id
A
A
A
SUBANG - Nahas menimpa keluarga petani asal Desa Wanakerta, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang. Alih-alih ingin menjadi polwan, gadis bernama Teti Rohayati (TR) ini malah dijadikan baby sitter di rumah salah satu oknum anggota Polri.
Kasus penipuan dan penggelapan bermodus iming-iming seleksi masuk institusi Polri ini terjadi saat Teti ingin menjadi seorang polwan. Namun, impiannya menjadi anggota polwan pupus dan uang yang diserahkan Rp598 juta raib ditipu oknum Polisi.
Parahnya, anak petani tersebut malah dijadikan babysitter di rumah salah satu oknum anggota Polri. Kasus ini disebutkan sudah dilaporkan, akan tetapi bertahun-tahun belum diusut dan ditindaklanjuti.
Baca Juga: Memalukan, Oknum Polisi Ditangkap Polisi Usai Beli Ekstasi
Kasus ini diviralkan oleh akun Instragram @undercover.id menceritakan bagaimana kasus ini berdasarkan hasil pengakuan keluarga korban yang menggelar press conference di salah satu mal di Kota Cirebon pekan lalu.
Kasus ini bermula saat keluarga petani ini dikenalkan ketua RT setempat kepada seorang pria bernama Asep Sudirman yang belakangan diketahui pecatan anggota Polri di Jakarta. Bujuk rayu Asep dan sang ketua RT membuat keluarga ini luluh.
Kasus penipuan dan penggelapan bermodus iming-iming seleksi masuk institusi Polri ini terjadi saat Teti ingin menjadi seorang polwan. Namun, impiannya menjadi anggota polwan pupus dan uang yang diserahkan Rp598 juta raib ditipu oknum Polisi.
Parahnya, anak petani tersebut malah dijadikan babysitter di rumah salah satu oknum anggota Polri. Kasus ini disebutkan sudah dilaporkan, akan tetapi bertahun-tahun belum diusut dan ditindaklanjuti.
Baca Juga: Memalukan, Oknum Polisi Ditangkap Polisi Usai Beli Ekstasi
Kasus ini diviralkan oleh akun Instragram @undercover.id menceritakan bagaimana kasus ini berdasarkan hasil pengakuan keluarga korban yang menggelar press conference di salah satu mal di Kota Cirebon pekan lalu.
Kasus ini bermula saat keluarga petani ini dikenalkan ketua RT setempat kepada seorang pria bernama Asep Sudirman yang belakangan diketahui pecatan anggota Polri di Jakarta. Bujuk rayu Asep dan sang ketua RT membuat keluarga ini luluh.
Lihat Juga :